Sumber : http://www.mediaindonesia.com
Kamis, 04 September 2008 21:42 WIB
Kamis, 04 September 2008 21:42 WIB
Penulis : Zubaidah Hanum
JAKARTA--MI: Pemerintah meminta PT Sarana Harapan Indopangan (SHI) tidak melanjutkan uji coba penelitian padi hibrida varietas Supertoy HL-2, yang saat ini mengundang polemik di masyarakat. Kasus ini dinilai murni urusan bisnis."Ini hanya masalah kontrak dan membuat petani yang dirugikan. Harusnya perusahaan memberikan ganti rugi untuk itu," kata Menteri Pertanian Anton Apriyantono, disela acara buka puasa bersama di kediamanannya, di Jakarta, Kamis (4/9).
Dia menegaskan peredaran varietas tersebut terlarang. Sebab, hingga kini varietas padi tersebut belum secara resmi dilepas pemerintah. Varietas tersebut diklaim dapat dipanen dua kali dalam sekali tanam.
"Varietas ini belum dilepas secara resmi jadi belum bisa dikomersialkan. Penelitian Supertoy harus dihentikan. Balai Besar Padi di Sukabumi akan menindaklanjuti ini," cetus dia.
Padi jenis ini dikembangkan di Purworejo dan Bantul dan diklaim dapat dipanen dua kali meski hanya sekali tanam sehingga petani akan mendapatkan hasil lebih banyak.
"Kami akan minta Balai Besar Padi di Sukabumi untuk menelitinya lagi. Dalam penelitian kami, hasilnya belum stabil. Kita akan minta perusahaan untuk memberikan ganti rugi kepada petani," paparnya.
Menurut Anton, pengembangan dan penemuan varietas baru membutuhkan waktu hingga tujuh tahun. Sebelum dikomersialkan, benih padi harus diuji multi lokasi sehingga memperlihatkan hasil yang seragam di beberapa daerah. "Setelah itu, baru bisa dikomersilkan setelah varietas itu dilepas dengan surat keputusan menteri," tandasnya. (Zhi/OL-03)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar