Sabtu, 06 September 2008

SBY Minta Heru Jelaskan Masalah Padi Supertoy HL-2

Sumber : http://www.mediaindonesia.com

JAKARTA--MI:
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono minta Heru Lelono, staf khusus Presiden bidang Otonomi Daerah, menjelaskan masalah terkait padi Supertoy HL-2 kepada masyarakat. Hal ini untuk mendudukkan masalah sebenarnya agar tidak terjadi politisasi.

"Presiden sudah tanya ke Pak Heru apa permasalahannya, bagaimana seharusnya, dan apa yang terjadi sebenarnya. Agar tidak simpang siur dan politisasi masalah tersebut," kata juru bicara kepresidenan Andi Alfian Mallarangeng di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (5/9).

Presiden meminta agar Heru Lelono menjelaskan hal tersebut ke media massa agar kasus ini tidak terus bergulir dan segera diketahui permasalahannya.

Saat ditanya apakah kehadiran Presiden Yudhoyono saat panen perdana padi Supertoy HL-2 di Desa Grabag, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo pada 17 April lalu, dimanfaatkan oleh Heru Lelono, Andi tidak menjawab dengan tegas dan jelas.

"Yang jelas Presiden mendukung semua upaya untuk penemuan-penemuan bibit unggul dan penemuan lainnya," kilah Andi.

Kedatangan Presiden Yudhoyono dalam panen raya Supertoy HL-2 di Purworejo 17 April lalu, ungkap Andi, atas undangan dari Bupati Purworejo. Presiden Yudhoyono sendiri tidak terkait dan tidak ada andil dalam proyek Super Toy ini.

Sebagaimana diketahui, padi Supertoy HL-2 dikembangkan PT Sarana Harapan Indopangan dan Heru Lelono duduk sebagai komisaris di perusahaan tersebut.
Supertoy HL-2 disebut-sebut sebagai padi varietas unggul dimana sekali tanam, dapat dipanen tiga kali dalam setahun. Karena setelah ditebas pada panen pertama, sisa tebasannya akan tumbuh lagi menjadi bulir-bulir padi yang nantinya siap dipanen lagi. Kenyataannya, pada panen kedua, ternyata padi tak ada isinya atau gabug alis kopong. (Faw/OL-02)

Tidak ada komentar: