| Sumber : http://www.dutamasyarakat.com Jumat, 05 September 2008 Kasus Kedua Setelah Blue Energy | |
JAKARTA�Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lagi-lagi menjadi sorotan publik gara-gara mempromosikan produk yang gagal. Setelah geger proyek Blue Energy, kini bibit padi Super Toy HL2 diprotes para petani. Bahkan, kali ini ratusan petani Purworejo, Jawa Tengah, marah hingga membakar hasil panen mereka gara-gara padi Super Toy-nya gagal total, Rabu (3/9). Mereka merasa tertipu karena padi yang dipromosikan SBY tersebut ternyata tak memberikan hasil yang memuaskan.�Kami membelinya (bibit) dari PT Sarana Harapan Indopangan (SHI). Kami tertarik karena dulu dipromosikan Presiden. Awalnya bagus, sekarang puso,� kata seorang petani, Kamis (4/9). Presiden SBY sebelumnya mempromosikan padi jenis ini saat panen perdana 17 April 2008 lalu. Saat itu, panen perdana diikuti sejumlah menteri antara lain Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mendagri Mardiyanto, Mensesneg Hatta Radjasa, Mentan Anton Apriyantono, dan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto. SBY tampak bangga dengan produk padi ini. Namun itu dulu. Kini petani Desa Grabag mengaku kapok menanam padi Super Toy HL2. Sebab kualitas padi ini ternyata lebih buruk dibandingkan jenis IR yang biasa mereka tanam. �Kalau boleh memilih, kami lebih suka menanam padi jenis IR karena hasilnya lebih baik,� kata Satinem, petani desa itu. Menurut Sutinem, para petani yang menanam padi Super Toy HL2 terpaksa melakukan panen awal. Sebab jika tidak, tanaman mereka akan habis dimangsa hama wereng. �Padinya kecil dan kosong. Jadi kami benar-benar rugi pada panen kedua ini,� katanya. Dia mengakui pada panen pertama, padi Super Toy memberikan hasil memuaskan. Namun pada panen kedua hasilnya merosot drastis. �Waktu panen pertama hasilnya sekitar Rp 2,3 juta per hektare. Tapi sekarang jauh sekali di bawahnya,� paparnya. Proyek padi Super Toy HL2 dikoordinasi oleh PT Sarana Harapan Indopangan (SHI). Staf Khusus Presiden SBY, Heru Lelono, menjadi komisaris di perusahaan ini. Singkatan HL2 pada nama padi Super Toy HL2 diyakini sebagai nama Heru Lelono (HL). Menanggapi hal itu, Mentan Anton Apriyantono, meminta agar kasus Super Toy tidak dikaitkan dengan SBY. �Jangan dikorek-korek dengan SBY. Pak SBY itu orang baik,� katanya, Kamis kemarin. Mentan menuturkan, SBY mengapresiasikan setiap hasil penelitian. SBY, lanjut Mentan, sudah meminta Deptan untuk meneliti Super Toy lebih lanjut karena merupakan varietas baru. �Perlu waktu untuk menjadikan padi itu varietas unggul. Itu (Super Toy) kan hasilnya juga masih naik turun jadi penelitian perlu dilanjutkan,� kata Mentan. Karena Super Toy masih uji coba, lanjut Mentan, para petani yang gagal panen kedua diberi ganti rugi. �Para petani kan diganti. Laporan yang saya dengar itu diganti. Tanya Pak Heru Lelono, dia tahu banyak masalah itu,� tandas Mentan. Banyak Kejanggalan Sebenarnya para peneliti Departemen Pertanian sudah lama tahu kejanggalan padi Super Toy yang diproduksi PT SHI. Bahkan kejanggalan padi itu sudah dilaporkan ke Menteri Pertanian Anton Apriyantono. �Kita sudah lapor ke Pak Menteri,� ujar peneliti pada Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BBP Padi) Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Departemen Pertanian (Deptan), Buang Abdullah, kemarin. Menurut Buang, dirinya sempat mendatangi Desa Grabag, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, yang ditanami Super Toy. Dari hasil penelitian di desa tersebut, Buang menuturkan, padi Super Toy sama dengan padi jenis Rojolele. �Ya itu ada sesuatu yang tidak benar (bukan varietas unggul),� kata sarjana pertanian program studi Pemuliaan Tanaman Universitas Padjadjaran Bandung ini. Pemain Proyek Kasus ini mencuatkan dugaan adanya para pemain proyek di lingkungan Istana. Karena itu Presiden diminta segera membersihkan lingkungan Istana. Kasus padi Super Toy diduga terkait proyek yang dimanfaatkan orang-orang tersebut. �Istana harus melakukan bersih-bersih terhadap orang-orang yang berkepentingan memanfaatkan proyek-proyek karena kalau tidak akan mengganggu wibawa dan citra presiden sendiri,� kata anggota Komisi IV DPR Ganjar Pranowo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, kemarin. Terkait kasus Super Toy, Ganjar meminta para petani melaporkan secara transparan kasus yang dialami mereka sehingga masalah dugaan penipuan ini segera dapat diselesaikan. �Kalau memang ada unsur penipuannya, laporin aja ke aparat kepolisian biar diproses. Kan selesai,� usul sekretaris FPDIP ini. Ganjar meminta kepada pemerintah untuk mengkaji setiap program yang akan diluncurkan. Karena jika belum mendapatkan legalitas atas keberhasilan proyek, benih sebaiknya tidak diluncurkan ke petani. Tolak Beri Ganti Rugi Berbeda dengan Mentan Anton Apriyantono, PT Sarana Harapan Indopangan ternyata menolak memberi ganti rugi atas gagalnya panen verietas Super Toy HL-2 di Desa Grabag, Purworejo, Jawa Tengah. Hal itu karena perusahaan yang menyediakan bibit padi unggul tersebut sudah tak berurusan lagi dengan petani setelah panen raya yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono April lalu. �Sejak itu kami sudah tak ada kaitan dengan petani di Grabag,� kata Iswahyudi, Direktur PT Sahara Harapan Indo Group, kemarin. Ia menolak tudingan perusahaannya melepas tanggung jawab atas kerugian petani. Menurut Iswahyudi, PT Sarana Harapan Indo Group� perusahaan yang menaungi PT Sarana Harapan Indopangan�sudah memenuhi komitmennya membeli gabah petani pada saat panen raya pertama. �Padi hasil panen sudah kami bayar,� katanya. Petani, kata dia, justru yang tidak konsisten menjual hasil panennya ke PT Sarana Harapan Indopangan. Tidak semua hasil panen petani disetor ke perusahaan yang menyediakan bibit dan menuntun petani dalam bercocok tanam padi unggul. Menurut dia, petani menjual hasil tanamannya ke orang lain. �Kami pernah membeli gabah dari pedagang sekitar 3,5 ton. Artinya, kami justru menampung padi dari orang lain,� katanya. Iswahyudi menambahkan, gagal panen padi Super Toy petani Grabag di luar pengetahuan PT Sarana Harapan Indopangan. Selepas panen raya, katanya, tim dari penyedia bibit tidak lagi mengajari bagaimana memberi pupuk, pengairan, dan perawatan tanaman hingga panen, kepada petani. �Karena kami sudah tidak mengajari, jika hasilnya kurang baik kami tidak bisa disalahkan,� tuturnya. (tnr/det/ful) | |
Sabtu, 06 September 2008
Petani Bakar Padi Promosi SBY
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
JAKARTA�Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lagi-lagi menjadi sorotan publik gara-gara mempromosikan produk yang gagal. Setelah geger proyek Blue Energy, kini bibit padi Super Toy HL2 diprotes para petani. Bahkan, kali ini ratusan petani Purworejo, Jawa Tengah, marah hingga membakar hasil panen mereka gara-gara padi Super Toy-nya gagal total, Rabu (3/9). Mereka merasa tertipu karena padi yang dipromosikan SBY tersebut ternyata tak memberikan hasil yang memuaskan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar