Minggu, 07 September 2008

PT SHI Klaim Pembelian Panen Padi Supertoy

Sumber : http://www.mediaindonesia.com
Kamis, 04 September 2008 22:06 WIB

PURWOREJO--MI: PT Sarana Harapan Indopangan (SHI) melalui perwakilannya, Iswahyudi, mengklaim sudah melakukan pembelian panenan padi jenis supertoy yang dibudidayakan para petani Desa Grabag, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Jateng.

"Pada waktu panen pertama itu sudah dibeli semua dengan harga Rp2,3 juta per iring, panen itu April-Mei 2008," katanya di Purworejo, Kamis (4/9) setelah bertemu dengan Bupati Purworejo, Kelik Sumrahadi untuk membahas keresahan petani karena gagal panen.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 17 April 2008 melakukan panen padi perdana jenis supertoy di desa itu. Panen padi perdana itu di lahan seluas sekitar 103,01 hektare.

PT SHI bertindak sebagai pemodal bagi petani untuk mengembangkan jenis padi yang sekali tanam bisa panen hingga tiga kali. "Yang sekarang ini kayaknya mereka (petani,red) meneruskan, tapi panenannya terusan ini minta kita mengurusnya," katanya.

Ia mengatakan, SHI sudah tidak memberikan bantuan pupuk untuk panenan kedua, pada musim "singgang" ini sehingga tidak mengetahui kualitas beras panenannya.

Surat kesanggupan P.T. SHI tertanggal 4 April 2008 dengan ditandatangani Iswahyudi yang antara lain berisi kesanggupan memberikan ganti rugi kepada petani jika gagal panen dan harga pembelian Rp2.500 per kilogram Gabah Kering Panen (GKP), katanya, untuk satu kali masa tanam.

"Yang sekarang cuma dirawat, sebetulnya ada orang kita yang memberitahukan bahwa pupuk itu sudah tidak disuplai, obat-obatan juga tidak," katanya.

Saat ini, katanya, pihaknya berada di posisi sulit terkait tuntutan ganti rugi petani sebesar sekitar Rp1,65 miliar karena gagal panen pada musim "singgang" ini. Tetapi, katanya, pihaknya tidak cuci tangan dalam persoalan itu karena pembayaran hasil panen Rp2,3 juta per iring sudah dilakukan. Satu hektare lahan sama dengan 714,28 ubin sedangkan satu iring sama dengan 125 ubin.

Kepala Desa Grabag, Gandung Sumriyadi, mengatakan, petani setempat jangan menjadi korban atas uji coba padi supertoy, apalagi sekarang mendekati Hari Lebaran 2008. "Kalau waktu gagal panen perdana itu, di rumah petani masih ada sisa panenan padi IR, tetapi sekarang tidak ada lagi simpanan panenan, sudah mau Lebaran lagi," katanya.

Ia mengatakan, petani sedang memproses tuntutan ganti rugi atas gagal panen padi supertoy musim "singgang" ini. Areal padi supertoy di desa itu kini tinggal sekitar 96,32 hektare karena sejumlah petani beralih menanam padi IR setelah gagal panen.

Jika tuntutan ganti rugi tidak direalisasi PT SHI, katanya, petani akan menuntut sesuai aturan hukum yang berlaku. Ia meminta PT SHI datang ke desa itu untuk melihat kondisi lahan supertoy yang gagal panen dan menemui petani untuk menyelesaikan masalah tersebut. (Ant/OL-03)

Tidak ada komentar: