- Sumber : http://www.gib.or.id
Setelah lama menunggu, harapan GIB Provinsi Bali untuk ikut mengembangkan padi unggul Super Toy HL2 akhirnya bisa terpenuhi. Pembibitan pertama untuk kebutuhan lahan denplot seluas 1,5 Hektare bisa dilaksanakan pada pertengahan bulan Mei yang lalu di Kabupaten Badung, dan pada bulan Juni 2008 ini tak kurang dari lahan denplot seluas 25 Hektare sudah siap menunggu kedatangan benih padi temuan Toyong Supriadi ini.
Menurut Ketua GIB Bali, Putu Suasta, ketertarikan Bali untuk ikut mengembangkan padi Super Toy HL2 sebenarnya sudah cukup lama, yakni ketika padi ini mulai ditanam di Kulon Progo, Jawa Tengah, tahun lalu. Namun, keinginan itu harus ditahan karena ketersediaan bibit. Meski demikian, jelas Putu, sejak awal tahun lalu, dirinya sudah melakukan berbagai persiapan untuk pembudidayaan padi temuan baru tersebut.
"Dan ketika panen di Super Toy HL2 di Madiun, kami mengirimkan beberapa orang kesana selama beberapa hari. Ketika pulang, kami membawa sekitar 25 kg untuk kami coba tanam di Bali. Dan ternyata, sambutan masyarakat Bali sangat luar biasa," tandas alumnus Cornell University AS ini.
Ketika berita ini ditulis, usia bibit sudah mencapai usia 10 hari, tetapi sudah berhasil mencuri perhatian masyarakat, khususnya petani. Bagaimana tidak, Super Toy HL2 ini ternyata tumbuh jauh lebih bagus dibandingkan dengan padi jenis lain dengan usia sama yang ada di seberangnya. "Setiap hari banyak orang yang datang ke lokasi hanya untuk melihatnya," sambung GM SHI Bali, Made Ujiana.
Benih sekitar 25 kg yang dibawa khusus dari Madiun itu kini sengaja ditanam di empat lokasi yang relatif agak berjauhan, tetapi berada dalam satu Kabupaten Badung. Yakni di Desa Munggu dan Desa Tangek Kecamatan Mengwi, Desa Tegal Dharmasaba dan Blahkiuh Kecamatan Abiansemal. Koordinator Daerah Budidaya Super Toy HL2 Kabupaten Badung, I Made Sudiana SH mengaku terus didatangi petani dari berbagai daerah setelah mereka mengetahui adanya penanaman bibit Super Toy HL2.
"Semuanya meminta untuk ikut menanam Super Toy HL2. Tetapi, saya hanya bisa berjanji saja sambil mengajak mereka untuk melihat dan memantau bagaimana pertumbuhan padi yang sudah kami tanam ini," jelas anggota DPRD Kabupaten Badung ini.
Menurut Putu Suasta, saat ini Bali memang sudah siap sepenuhnya untuk mengembangkan Super Toy HL2 di empat kabupaten di Bali yang sudah dipilih. Selain Kabupaten Badung adalah Kabupaten Gianyar, Tabanan dan Karangasem. Di keempat kabupaten tersebut kini sudah terbentuk Kelompok Tani Indonesia Bersatu (KTIB) yang dikoordinir oleh para tokoh-tokoh daerah setempat. Di Badung dikoordinir oleh Made Sudiana SH, Gianyar oleh I Ketut Karda SH MH, Tabanan oleh I Ketut Suprapta dan Karangasem oleh I Nengah Pringgo. KTIB ini, jelas Putu, memang disiapkan khusus untuk melakukan persiapan budidaya Super Toy HL2. "Wakil-wakil mereka beberapa waktu lalu sudah kami ajak untuk ikut panen raya bersama presiden di Purworejo. Dan sejak saat itu, mereka semakin tidak sabar untuk segera menananm padi satu kali tanam tiga kali panen ini," ujarnya.
Berbagai persiapan memang sudah dilakukan di empat kabupaten tersebut. Made Ujiana sebagai GM SHI Bali, ditemani Sekretaris GIB Bali, Syarov D Imfath, pun selama beberapa bulan terakhir disibukkan untuk keliling ke berbagai pelosok daerah di keempat kabupaten tersebut untuk persiapan dan pendataan. "Mulai dari persiapan data petani, lahan, SDM hingga gudang sudah selesai kami lakukan. Bahkan untuk kebutuhan pendanaan, kami juga sudah selesai membicarakannya dengan BRI dan Bank Bukopin di Denpasar. Demikian juga dengan kebutuhan pasca panen juga sudah kami persiapkan," jelas Ujiana.
Yang membanggakan, lanjut Ujiana, sambutan masyarakat ternyata sangat luar biasa. Tak hanya itu, para bupati juga sangat antusias untuk ikut serta mensukseskannya. Bupati Gianyar, Ir Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati Msi, misalnya, langsung menginstruksikan Kepala Dinas Pertanian-nya untuk mendukung penuh peogram pembudidayaan Super Toy HL2. Begitu pula dengan Bupati Karangasem, I Wayan Geredeg, menugaskan aparatnya untuk melakukan berbagai persiapan untuk program pengembangan Super Toy HL2. "Sebagai denplot, harus dipilih lahan yang representatif dan pelaksanannya nanti juga harus dikawal dengan serius. Karena tidak boleh gagal," ujar Wayan Geredeg ketika menerima kunjungan Ujiana dan Syarov di ruang kerjanya.
Dengan antusiasme masyarakat yang begitu besar, maka rencana semula yang hanya membuat denplot seluas 5 hektare per kabupaten akhirnya membengkak menjadi 10 hektare per kabupaten. "Ini sudah maksimal. Kami tidak berani memperluas lagi meskipun sangat banyak yang memaksa untuk ikut menanam. Untuk penanaman pertama, kami sengaja membatasi luas lahan agar bisa terkontrol dengan baik. Karena sesuai dengan tekad Pak Putu Suasta bahwa program ini tidak boleh gagal," tandasnya.
Bila tidak aral melintang, tahap kedua penanaman denplot akan dilakukan di Karangasem dan Gianyar dengan luas lahan 20 hektare pada bulan Juni 2008 ini. Selanjutnya pada bulan yang sama hingga Juli 2008 ini akan menyusul di Tabanan dan Badung tahap kedua. "Saat ini kami sedang mengusahakan benihnya di SHI pusat agar benih bisa tiba di Bali pada akhir Mei atau awal Juni ini, karena lahan sudah siap tanam," papar Ujiana.
Putu Suasta dan Ujiana berharap agar sepulang dari Diklat Super Toy HL2 yang dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 28 – 30 Mei 2008 ini, benih padi ini sudah tiba di Bali.
Sabtu, 06 September 2008
GIB dan SHI Bali Mulai Kembangkan Supertoy HL2-Masyarakat Bali Berebut Sediakan Lahan untuk Denplot
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar