Minggu, 07 September 2008
Daftar kegagalan uji tanam Supertoy bertambah Istana Menuai Kritikan
Edisi : Minggu, 07 September 2008 , Hal.1
Yogyakarta (Espos) Istana Negara menuai kritikan menyusul kegagalan proyek padi Supertoy. Sementara daftar kegagalan uji tanam padi Supertoy selain di Purworejo, juga terjadi di Yogyakarta, Klaten dan Madiun.
Sementara Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta mengungkapkan pihaknya telah melakukan uji tanam padi tersebut di Desa Muruh Kecamatan Gantiwarno, Klaten. Hasilnya hanya 7,3 ton/hektare. Padahal sebelumnya digembar-gemborkan padi jenis ini bisa menghasilkan 12 ton/hektare.
”Jumlah 7,3 ton/hektare itu masih normal. Kalau sudah lebih dari 12 ton/hektare berarti sudah tinggi sekali,” kata Kepala BPTP Yogyakarta, Dr Subowo G MS, Sabtu (6/9), di Yogyakarta.
Menurut dia dari hasil percobaan di Muruh, Gantiwarno di bawah tim peneliti Rob Mujisihono di lahan milik Sumarno. Pada panen 30 Agustus 2008 produksi mencapai 7,3 ton per hektare gabah kering panen. Belum ada produksi yang melebihi dari jumlah itu.
”Masa tanamnya 150 hari dengan tinggi tanaman rata-rata 150 cm. Bibit yang ditanam itu juga sama dengan yang ada di Grabag, Purworejo,” tandas dia.
Subowo mengaku sebagai peneliti pihaknya penasaran dengan kedatangan 2 orang staf Tuyung tanpa Tuyung Supriyadi ke Kantor BPTP Yogyakarta pada pertengahan bulan Maret 2008. Mereka menyatakan telah menemukan padi kualitas tinggi Supertoy. Kepadanya, dua orang itu menyampaikan kelebihan Supertoy yang mampu memproduksi lebih 12 ton per hektare setiap musim tanam dan tahan ratoon 2 kali dengan produksi tetap tinggi.
Dia menambahkan selain melakukan riset di Desa Grabag Purworejo dan Dusun Nglobang Desa Mlilir, pihaknya juga melakukan percobaan penanaman Supertoy di Klaten dan Bantul.
Tujuannya untuk mengetahui kebenaran hal tersebut dan sebagai bahan laporan ke Balai Besar Pertanian dan Menteri Pertanian di Jakarta.
Kondisi di Madiun malah lebih parah. Puluhan petani Desa Milir dan Kebonsari, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, mengaku menjadi korban promosi Supertoy. Sekitar 40 hektare tanaman padi milik mereka yang ditanami bibit Supertoy telah menguning tetapi tidak bisa dipanen, biji padi tidak berisi atau kopong. ”Setiap batang hanya lima biji yang berisi padi,” kata Sukirno salah seorang petani di Desa Milir, seperti dikutip tempointeraktif.com.
Harapan para petani meraup keuntungan berlipat memenuhi keperluan Lebaran gagal total. Bahkan mereka tidak bisa mengembalikan ongkos produksi yang telanjur dikeluarkan. Biaya produksi padi Supertoy dua kali lipat dibanding tanaman padi lokal. ”Setiap hektare butuh pupuk hingga satu ton lebih,” jelasnya.
Benih padi Supertoy, kata Sukirno, dipasok oleh Agus Zamroni, pengusaha asal Madiun. Seluruh biaya produksi dipinjami Agus, petani membayar setelah panen. Petani menanam varietas Supertoy sejak enam bulan lalu. ”Hasil panen dibeli pak Agus,” ujarnya.
Yakin tanaman padi Supertoy tidak berproduksi, para petani ramai-ramai membabat batang tanaman hasil produksi PT Sarana Harapan Indopangan. Jerami sekaligus biji padi diangkut sebagai pakan ternak. Sukirno beserta petani yang lain, akan kembali mengolah lahan sawahnya dengan tanaman padi jenis IR 64.
Pakar pertanian dari UGM Yogyakarta Prof Dr Moch Maksum, menambahkan Istana mestinya berkonsultasi dengan pihak berkompeten misalnya untuk urusan teknologi. ”Tidak ada hak prerogatif untuk segala urusan akademik dan teknologi. Kalau tidak tahu tanyalah yang tahu,” tandas
Untuk itu, tambah Maksum, pihak Istana juga harus turut bertanggung jawab mengingat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah melakukan tindakan promotif terkait dengan pengembangan jenis padi tersebut.
Selain Deptan dan Istana, pihak lain yang harus turut bertanggung jawab, menurut Maksum, tentu saja adalah PT Sinar Harapan Indopangan (PT SHI). Tanggung jawab ini tidak semata-mata berupa ganti rugi bagi petani, tetapi juga tanggung jawab politik. ”PT SHI sebagai biangnya harus bertanggung jawab, tidak hanya pada tingkat membayar ganti rugi, tetapi sampai pada tingkat politik karena tindakan ini bisa bermakna penipuan subversif yang mengganggu program pangan nasional,” tegas mantan Kepala Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan (PSPK) UGM ini.
Maksum mengatakan kasus gagal panen padi Supertoy yang mengakibatkan kerugian petani di Purworejo merupakan bentuk kriminalitas akademik. Departemen Pertanian sebagai pemegang otoritas harus bertanggung jawab.
”Deptan dengan orang Litbang harus bertanggung jawab untuk menyelesaikan kriminalitas akademik yang terjadi,” tandas dia.
Menurut Guru Besar dari Fakultas Teknologi Pertanian UGM ini, kasus Supertoy yang memalukan tidak seharusnya terjadi mengingat negara memiliki banyak lembaga yang menjadi basis dalam pengambilan keputusan terkait dengan teknologi.
- Oleh : Ant/dtc
PT SHI Janji Bayar Petani Supertoy
Sumber : http://www.inilah.com
INILAH.COM, Purworejo - PT Sarana Harapan Indopangan (SHI) yang menjadi investor itikad baik untuk menyelesaikan kasus gagal panen padi Supertoy HL-2 di Desa Grabag, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, dengan mengirim surat kepada Kepala Desa Grabag, Gandung Sumriyadi.
"Saya sudah terima surat tanggapan dari SHI atas tuntutan petani, hari ini (Minggu, 7/9) saya terima surat itu," kata Kades Grabag, Gandung Sumriyadi di Purworejo.
Ia menjelaskan, surat SHI tertanggal 5 September 2008 yang ditandatangani Chief Executive Officer PT SHI, Iswahyudi, itu intinya meminta kiriman daftar nama petani yang lahannya masih ditanami Supertoy yakni seluas 96,32 hektare, yang gagal panen saat "singgang".
Uji coba penanaman Supertoy yang dimulai Januari 2008 di desa itu semula seluas 103,01 hektare. Total luas lahan persawahan di desa bagian selatan Purworejo itu sekitar 197 hektare.
Padi Supertoy dipromosikan sekali tanam bisa tiga kali panen dengan total produksi diperkirakan mencapai 14,7 ton gabah kering panen (GKP) per hektare. Namun saat panen perdana, April-Mei 2008 hanya sekitar 3,5 ton GKP per hektare
Kini, katanya, areal padi Supertoy tinggal sekitar 96,32 hektare karena sejumlah petani beralih menanam padi IR setelah gagal panen perdana yang pada 17 April 2008 dilakukan secara simbolis oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi sejumlah menteri.
"Saya tidak menghitung daftar nama petaninya, daftar sudah ada, dari orang-orang SHI yang di sini, tinggal dipotong yang ditanami IR, yang jelas daftarnya sudah dikirim melalui faksimile hari ini (7/9)," katanya.
Pada tanggal 4 September 2008, katanya, pemerintah desa setempat mengirimkan surat tuntutan ganti rugi sekitar Rp1,65 miliar kepada SHI karena gagal panen supertoy. Ia mengatakan, para petani kini menunggu realisasi ganti rugi.
"Petani itu orang desa, kini tinggal menunggu secepatnya realisasi, sudah ada itikad baik SHI, kalau ada kejelasan maka mereka tenteram," pungkas Gandung.[*/L6]
Heru Lelono Akan Temui Petani Supertoy
Sabtu, 6 September 2008 - 05:14 wib
PURWOREJO - Bupati Purworejo Kelik Sumrahadi siap bertanggungjawab terhadap gagalnya ujicoba padi Supertoy HL-2 di Desa Grabag Kecamatan Grabag. Pemkab berencana akan mempertemukan pimpinan PT Sarana Harapan Indopangan (SHI) Heru Lelono dengan petani setempat.
"Saya tadi sudah telpon pak Heru Lelono, katanya PT SHI akan menyelesaikan persoalan itu secepatnya tanpa merugikan petani," kata Kelik Sumrahadi, Jum'at malam (5/9/2008).
Menurut Kelik, pihaknya telah memerintahkan kepada Konsultan Pendamping Petani (KKP) Supertoy HL-2 untuk mendata jumlah petani dan luas lahan yang digunakan untuk menanam padi yang diklaim tergolong unggulan tersebut.
Meskipun PT SHI bertekad akan menyelesaikan secapatnya, namun belum diketahui bentuk tanggungjawabnya terhadap petani seperti apa. Sebab, akan dibicarakan setelah pimpinan PT SHI datang ke Purworejo dan bertemu dengan petani Grabag. Namun Kelik Sumrahadi berharap, nilai ganti rugi disesuikan minimal seperti pada panen perdana. Yakni Rp2,3 juta/iring (1.750 meter persegi). "Saya berharap minggu ini, perwakilan PT SHI datang ke sini (Purworejo)," harap Kelik.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Purworejo membantah jika ujicoba padi Supertoy HL-2 ada hubungannya dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Menurutnya, kedatangan SBY pada panen perdana padi Supertoy HL-2 di Desa Grabag, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo murni atas undangannya sebagai Bupati. "Kedatangan SBY adalah undangan saya dan tidak ada hubungannya dengan Supertoy," tegas Kelik. (Abdul Malik Mubarok/Sindo/ful)
Uji Coba Padi Supertoy Murni Urusan Bisnis
Kamis, 04 September 2008 21:42 WIB
"Ini hanya masalah kontrak dan membuat petani yang dirugikan. Harusnya perusahaan memberikan ganti rugi untuk itu," kata Menteri Pertanian Anton Apriyantono, disela acara buka puasa bersama di kediamanannya, di Jakarta, Kamis (4/9).
Dia menegaskan peredaran varietas tersebut terlarang. Sebab, hingga kini varietas padi tersebut belum secara resmi dilepas pemerintah. Varietas tersebut diklaim dapat dipanen dua kali dalam sekali tanam.
"Varietas ini belum dilepas secara resmi jadi belum bisa dikomersialkan. Penelitian Supertoy harus dihentikan. Balai Besar Padi di Sukabumi akan menindaklanjuti ini," cetus dia.
Padi jenis ini dikembangkan di Purworejo dan Bantul dan diklaim dapat dipanen dua kali meski hanya sekali tanam sehingga petani akan mendapatkan hasil lebih banyak.
"Kami akan minta Balai Besar Padi di Sukabumi untuk menelitinya lagi. Dalam penelitian kami, hasilnya belum stabil. Kita akan minta perusahaan untuk memberikan ganti rugi kepada petani," paparnya.
Menurut Anton, pengembangan dan penemuan varietas baru membutuhkan waktu hingga tujuh tahun. Sebelum dikomersialkan, benih padi harus diuji multi lokasi sehingga memperlihatkan hasil yang seragam di beberapa daerah. "Setelah itu, baru bisa dikomersilkan setelah varietas itu dilepas dengan surat keputusan menteri," tandasnya. (Zhi/OL-03)
Meski Dicemooh, Penelitian Supertoy Jalan Terus
Sumber : http://www.news.okezone.com
Minggu, 7 September 2008 - 10:10 wib
"Kita masih akan melanjutkan penelitian padi varietas Supertoy walaupun saat ini padi varietas Supertoy mendapat tanggapan miring dari berbagai pemberitaan di media masa. Selain itu penelitian kita tidak ada hubungannya dengan varietas padi Supertoy di Purworejo," terang Dani Sulistiyanto alias Antok, asisten Supriyadi alias Toyong, penemu Supertoy, Minggu (7/9/2008)
Menurutnya dilahan seluas 1,9 hektar memang terdapat penelitian padi varietas Supertoy, namun demikian di lokasi tersbeut juga dilakukan penelitian beberapa jenis tanaman lainnya seperti padi, tembakau, bawang merah, klengkeng, dan jagung.
"Kita tidak hanya meneliti padi varietas Supertoy, namun juga ada penelitian jenis tanaman yang lainnya sehingga usaha penelitian dan pengembangan jenis tanaman pertanian tidak akan dihentikan," katanya
Lebih lanjut Antok menyatakan untuk penelitian dan pengembangan jenis tanaman di lahan seluas 1,9 hektar ini dirinya dibantu oleh 10 pemuda yang berasal dari sekitar rumah Supriyadi alias Toyong.
"Karena tanah sebagian berupa pasir dan berada pada posisi yang tinggi maka sistem irigasi menggunakan sumur sedalam 15 meter untuk pengairan lahan menggunakan pompa listrik. Sistem sumurnya pun dengan menggunakan sistem sumur "renteng". Yaitu satu sumur dialirkan ke bak-ak penampunagan dengan paralon melalui bawah tanah," tandasnya.
(Daru Waskita/Trijaya/uky)
PT SHI Klaim Pembelian Panen Padi Supertoy
Kamis, 04 September 2008 22:06 WIB
"Pada waktu panen pertama itu sudah dibeli semua dengan harga Rp2,3 juta per iring, panen itu April-Mei 2008," katanya di Purworejo, Kamis (4/9) setelah bertemu dengan Bupati Purworejo, Kelik Sumrahadi untuk membahas keresahan petani karena gagal panen.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 17 April 2008 melakukan panen padi perdana jenis supertoy di desa itu. Panen padi perdana itu di lahan seluas sekitar 103,01 hektare.
PT SHI bertindak sebagai pemodal bagi petani untuk mengembangkan jenis padi yang sekali tanam bisa panen hingga tiga kali. "Yang sekarang ini kayaknya mereka (petani,red) meneruskan, tapi panenannya terusan ini minta kita mengurusnya," katanya.
Ia mengatakan, SHI sudah tidak memberikan bantuan pupuk untuk panenan kedua, pada musim "singgang" ini sehingga tidak mengetahui kualitas beras panenannya.
Surat kesanggupan P.T. SHI tertanggal 4 April 2008 dengan ditandatangani Iswahyudi yang antara lain berisi kesanggupan memberikan ganti rugi kepada petani jika gagal panen dan harga pembelian Rp2.500 per kilogram Gabah Kering Panen (GKP), katanya, untuk satu kali masa tanam.
"Yang sekarang cuma dirawat, sebetulnya ada orang kita yang memberitahukan bahwa pupuk itu sudah tidak disuplai, obat-obatan juga tidak," katanya.
Saat ini, katanya, pihaknya berada di posisi sulit terkait tuntutan ganti rugi petani sebesar sekitar Rp1,65 miliar karena gagal panen pada musim "singgang" ini. Tetapi, katanya, pihaknya tidak cuci tangan dalam persoalan itu karena pembayaran hasil panen Rp2,3 juta per iring sudah dilakukan. Satu hektare lahan sama dengan 714,28 ubin sedangkan satu iring sama dengan 125 ubin.
Kepala Desa Grabag, Gandung Sumriyadi, mengatakan, petani setempat jangan menjadi korban atas uji coba padi supertoy, apalagi sekarang mendekati Hari Lebaran 2008. "Kalau waktu gagal panen perdana itu, di rumah petani masih ada sisa panenan padi IR, tetapi sekarang tidak ada lagi simpanan panenan, sudah mau Lebaran lagi," katanya.
Ia mengatakan, petani sedang memproses tuntutan ganti rugi atas gagal panen padi supertoy musim "singgang" ini. Areal padi supertoy di desa itu kini tinggal sekitar 96,32 hektare karena sejumlah petani beralih menanam padi IR setelah gagal panen.
Jika tuntutan ganti rugi tidak direalisasi PT SHI, katanya, petani akan menuntut sesuai aturan hukum yang berlaku. Ia meminta PT SHI datang ke desa itu untuk melihat kondisi lahan supertoy yang gagal panen dan menemui petani untuk menyelesaikan masalah tersebut. (Ant/OL-03)
Kasus Padi Supertoy PT SHI akan Beri Ganti Rugi ke Petani
Jumat, 05 September 2008 21:48 WIB
Hal itu disampaikannya pada konfrensi pers yang diadakan di Kantor Gerakan Indonesia Bersatu, Jalan Widjaya IX No 12, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (5/9).
“Kegagalan panen padi Supertoy lebih diakibatkan karena petani salah dalam melakukan pemupukan. Selain itu menurut Iswahyudi terjadi beda pengertian pada sebagian petani, bahwa PT. SHI tidak lagi memberikan bantuan pupuk persiapan panen kedua. “Dalam Surat kesepakatan sudah kami cantumkan hal itu,” tegasnya.
Sedangkan pada panen pertama, melalui Chief Executive Officer Iswahyudi mengungkapkan berjalan bagus. “Para petani seluruhnya telah mendapatkan pembayaran rata-rata Rp13,13 juta per hektare, ada juga yang menerima Rp16 juta lebih,” katanya.
Iswahyudi menjelaskan bahwa sebenarnya Lurah Grabag, Gandung, tidak pernah terlibat dalam kegiatan ini. “Kami akan melakukan penyelesaian kasus ini degan pendekatan persuasif,” ungkapnya.
Dalam surat kesepakatan yang dibuat antara PT SHI dengan warga Kelurahan Grabag menyebutkan jika terjadi gagal panen, petani akan mendapat ganti rugi sebesar Rp2.500 per kilogram.
Sementara itu dalam akhir konferensi persnya PT SHI juga memohon maaf kepada Presiden Susilo Bambang yudhoyono. “Atas nama PT SHI apabila kejadian ini menjadi hal yang menggangu Presiden, kami mohon maaf,” katanya. (*/OL-03)
Petani Potong Supertoy untuk Pakan Ternak
Sumber : http://www.suaramerdeka.com
07/09/2008 12:29 wib - Daerah Aktual
Yogyakarta, CyberNews. Petani di Kabupaten Kulonprogo mengeluhkan hasil padi Supertoy jauh di bawah standar padi jenis IR 64. Selain hasil tidak memuaskan, untuk proses penggilingan juga memerlukan waktu lama. Kini mereka memotongi padinya yang tersisa untuk pakan ternak.
''Hasilnya sangat tidak memuaskan, saya hanya menanam dua kali yang sekali sudah panen dan yang kedua ini hanya untuk pakan ternak,'' ujar Darminto, salah seorang petani yang terakhir menanam padi Supertoy di Pundak, Nanggulan, Kulonprogo, Minggu (7/9).
Dia menceritakan tahun 2007 lalu ada beberapa petani mencoba jenis yang katanya varietas baru dan unggul tersebut. Konon dalam setahun dapat panen tiga kali. Namun kenyataannya baru panen sekali saja hasilnya membuat mereka nggrundel. Darminto misalnya yang menanami seluruh lahannya, sekitar 2.000 meter persegi dengan Supertoy ternyata ketika panen tidak memuaskan.
Para petani juga kesulitan panen karena ketinggian padi mencapai 150 cm. Selain itu, padi tidak tua bersamaan sehingga dia dan teman-temannya harus memilih tanaman yang sudah tua ketika panen. Lebih repot lagi, jerami yang panjangnya setinggi orang dewasa menyita tempat.
''Cara memotong juga harus menggunakan ani-ani karena harus memilih batang per batang tanaman yang sudah tua, sangat tidak praktis,'' jelasnya.
Cukup Sekali
Darminto menuturkan lahan seluas empat petak miliknya hanya menghasilkan 3,5 kuintal gabah. Padahal ketika ditanami dengan jenis IR 64 hasilnya sangat bagus bisa mencapai 6-7 kuintal. Masih belum percaya dengan hasil itu dia mencoba menanami lagi namun baru setengah jalan dibiarkan begitu saja. Pasalnya para petani lain juga menceritakan hasil panenan tidak bagus.
''Padi jenis ini bukan varietas baru karena dulu juga sudah ada, namanya padi bulu karena di bagian batangnya ada bulu-bulu, orang tua bilang namanya padi Jawa. Jenis ini ditinggakan karena tidak produktif. Cukup sekali ini sajalah'' imbuh dia yang kemudian kembali ke selera asal yakni IR 64.
Beruntung, katanya, petani di sana yang uji coba menanam hanya sedikit. Lainnya tetap memilih menanami sawahnya dengan padi yang sudah jelas teruji hasilnya. Dengan begitu tingkat kerugian juga sedikit, yang jelas rugi waktu dan tenaga. Berbeda dengan petani di Purworejo yang membakar tanamannya, petani Kulonprogo hanya memotong untuk makanan ternak.
(Agung Priyo Wicaksono /CN09)
Penemu Padi Super Toy Raib
| Sabtu, 06-09-2008 | 01:13:37 | |
|
Ternyata, seperti penemu blue energy, orangnya bukanlah ahli pertanian. Namanya Tuyung Supriyadi, laki-laki yang tinggal di Bantul. Hingga saat ini, Tuyung tidak diketahui keberadaanya dan PT Sarana Harapan Indopangan (SHI) yang dipimpin Heru Lelono, staf ahli presiden, juga belum memunculkan sosok Tuyung. Yang jelas, Tuyung bersama beberapa rekannya pernah mendatangi kantor Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta tahun 2007 untuk menunjukkan temuan varietas unggul baru itu. Dia ingin mendaftarkan jenis padi itu ke Departemen Pertanian. Waktu itu Super Toy tanpa embel-embel HL2. Tambahan HL2 diberi oleh PT SHI yang artinya Heru Lelono 2. Kepala BPTP Yogyakarta, Dr Subowo, MS kepada di kantor BPTP, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Jumat (5/9), mengatakan, ia bersama staf peneliti lainnya tidak langsung mempercayainya terutama soal asal-muasal jenis padi sebelumnya. Waktu itu Tuyung hanya mengatakan hasil persilangan saja. “Saat itu kita terima baik dan positif karena memang kita mencari jenis unggul baru untuk Yogyakarta. Namun kita perlu kaji lebih dulu,” katanya. Menurut Bowo, Tuyung menjelaskan bahwa dia melakukan percobaan pada sebuah pot besar dengan serumpun padi hasil temuannya itu. Saat menggunakan pupuk dan perawatan, ternyata hasilnya banyak dan meningkat hanya sekali tanam. “Percobaan itu baru dilakukan di media pot, berarti akan lain jika di media yang lebih besar seperti sawah. Hasilnya kan tidak bisa hanya dihitung berdasarkan hasil perkalian di pot saja,” katanya. Setelah mendatangi kantor BPTP, Tuyung tak pernah datang lagi. Namun setelah itu terdengar kabar beberapa lahan pertanian di Grabag, Purworejo sudah ditanami padi itu, bekerja sama dengan PT SHI. Di Bantul, Tuyung juga akan melakukan hal yang sama, namun Bupati dan Kepala Dinas Pertanian setempat menolak. Setelah panen raya Super Toy di Grabag, BPTP melakukan beberapa kali riset dan kajian di Grabag dan Desa Mlilir Kecamatan Delopo Madiun yang ditanami Super Toy. Laporan hasil riset itu juga telah disampaikan kepada Menteri Pertanian Anton Apriantono pada 10 April 2008, seminggu sebelum acara panen raya 17 April 2008 yang dilakukan Presiden SBY. “Hasilnya beda dengan yang gencar dipromosikan bisa meningkatkan hasil berlipat-lipat,” kata Bowo. Saat meresmikan panen perdana di Desa Grabag, Presiden menyatakan Super Toy adalah padi dengan sekali tanam bisa tiga kali panen dan hasilnya terus meningkat. Dari panen pertama 9 ton/hektare terus meningkat hingga lebih dari 15 ton/hektare. Namun Subowo meragukan kemampuan Super Toy. Kalau jenisnya seperti Rajalele, bila mencapai 9 ton/hektare gabah kering pungut (GKP) itu hebat, apalagi varietas lokal. Biasanya hanya 7 ton/hektare dan paling banyak 7,3 ton/hektare. Begitu juga soal Super Toy bisa tiga kali dan terus meningkat atau naik dari masa panen pertama hingga ketiga sampai 15 hingga 20 ton/hektare. Di Jakarta, kemarin, PT SHI yang dimintai tanggungjawab oleh Presiden SBY dan Jusuf Kalla, menggelar jumpa pers. Komisaris SHI, Heru Lelono menyatakan akan bertanggung jawab sesuai dengan perintah Presiden bahwa petani tidak boleh ada yang dirugikan.(persda network/ade) |
Presiden SBY Dipermalukan Padi Supertoy
Jumat , 05 September 2008 , 10:43:36 wib
Rachmat Hidayat
JAKARTA, TRIBUN - Belum lama, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sempat dibuat malu dengan membanggakan Joko Supriyanto dengan temuannya, Blue Energy. Kini, tregedi berikutnya terulang. Eksperimen Proyek padi Supertoy HL2 yang dikoordinasikan oleh Staf Khusus Presiden SBY, Heru Lelono. Eksperimen ini dilakukan oleh PT Sarana Harapan Indopangan (SHI) yang tak lain, Heru Lelono menjadi komisarisnya. Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat saat dimintai tanggapannya oleh Persda Network, Kamis (4/9) tegas menyatakan, pemerintah memang telah dibuat malu.
"Presiden SBY dalam hal ini telah dibuat malu oleh staf
khususnya sendiri. Kami, DPP Partai Demokrat tidak akan berkirim surat kepada
Istana meminta Heru Lelono dipecat, karena Istana pasti akan tahu apa yang akan
dilakukan terhadap staf khususnya ini," tegas Mubarok, orang nomor dua Partai
Demokrat ini.
Sebelumnya, proyek Blue Energy proyek yang semula akan
membanggakan negeri ini dengan menggunakan bahan dasar air, sebagai pengganti
minyak tanah, premium, pertamax maupun avtur. Namun, Joko Suprapto sebagai
penemu, tak bisa membuktikannya dan kemudian malah dinyatakan resmi sebagai
tersangka oleh Polda Yogyakarta.
Mubarok kemundian menceritakan tentang kejadian tregedi
padi Supertoy. Kejadian ini, jelasnya, bermula saat ratusan petani Desa Grabag,
Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, melakukan protes Rabu (3/9) kemarin.
Protesnya, tak lain lantaran merasa tertipu hampir ratusan juta rupiah karena
panen padi jenis unggul Supertoy HL2 terkena puso alias kopong. Mubarok tidak
menampik, dalam panen perdana padi yang dinamai Supertou HL2 ini begitu
dibangga- banggakan.
"Nah, sekarang terjadi seperti ini, apa bukan membuat malu
namanya? Biasanya, kalau ada yang di dalam (Istana) melakukan kesalahan, itu
digeser. Saya berkata jujur saja, lebih baik digeser karena kejadiannya sudah
seperti itu. Tapi begini, SBY itu sebenarnya orang yang selalu senang kalau ada
yang gagasan yang menguntungkan masyarakat. Karena ini kesalahan yang membuat,
pak SBY yang jadi kena kesalahannya. Saya berbicara apa adanya saja," papar
Mubarok.
"Dulu, juga pernah terjadi di Manado. Soal pabrik gula
aren di Manado. Akan tetapi, setelah pabriknya diresmikan, ternyata tidak
produksi. Ini kan memalukan apalagi yang melakukan adalah suami dari pengurus
Demorkat. Padahal, pak SBY saking senengnya ketika itu, langsung merespon.
Sekarang terjadi lagi, rakyat tertipu," sesalnya.
Presiden SBY, jelasnya lagi, akan bersikap sportif atas
kejadian ini. Menurutnya, mengakui adanya kesalahan bukanlah sebuah kejahatan
lantaran adanya input dari orang-orang yang mungkin akan bersikap negatif
terhadap Presiden SBY. Yang jelas, Presiden SBY memang tertipu. Ada memang yang
di dalam Istana memang selalu bersikap begitu, pada saat kampanye lalu, juga
sudah begitu," tukasnya.
PDI Perjuangan, sebagai partai oposisi terhadap
pemerintah, kemudian meminta agar Istana melakukan bersih-bersih terkait adanya
dugaan poyek tak berwjud yang dilakukan oleh kalangan dekat pemerintahan. Hal
ini diungkapkan oleh Sekertaris FPDI-P, Ganjar Pranowo kepada wartawan di
DPR.
"Kalau kami boleh menyarankan, diperlukan langkah cepat
oleh Presiden SBY,membersihkan istana agar tidak mengganggu citra. Secepatnyalah
dilakukan bersih-bersih terhadap orang-orang yang memang berkepentingan
memanfaatkan proyek-proyek, " pintanya.
"Kalau tidak dilakukan, jelas akan gangu wibawa dan citra
presiden sendiri. Baiknya diselesaikan, itu lebih baik," Ganjar Pranowo
menyarankan seraya meminta kepada para petani yang merasa tertipu memberikan
laporan secara transparan atas kasus padi Supertoy ini.(*)
SBY Bantah Terlibat Pengembangan Padi ’Supertoy’
06/09/2008 09:16:25 JAKARTA (KR) - Istana, melalui jurubicara presiden Andi Malarangeng membantah keterlibatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pengembangan varietas padi “Supertoy” di Purworejo, Jawa Tengah, yang sekarang gagal panen di musim tanam kedua.
Menurut Andi, kehadiran presiden dalam panen perdana padi “Supertoy” di Purworejo April lalu adalah atas undangan bupati setempat Kelik Sumrahadi. Mengenai kegagalan panen selanjutnya adalah persoalan penemunya dan penanaman padi “Supertoy” bukanlah program pemerintah.
“Presiden sangat mendukung upaya meningkatkan produksi pangan. Beliau ke sana hanya diundang bupati. Jadi bagaimana hasilnya dan kelanjutan panen itu selanjutnya adalah persoalan penemunya, itu kan bukan program pemerintah,” kata Andi saat dihubungi di Jakarta, Kamis.
Menurut Andi, presiden menghadiri undangan itu karena beliau sangat peduli dan mendukung upaya-upaya masyarakat membuat temuan-temuan yang berguna untuk meningkatkan produksi.
“Presiden selalu hadir setiap panen raya di Pulau Buru, Merauke dan tempat-tempat lain, tetapi bagaimana kelanjutan dari hasil varietas padi itu, harus dikembalikan ke penemunya,” kata Andi.
Andi tidak membantah kalau ramainya pemberitaan dan komentar soal kegagalan “Supertoy” sebagai upaya black campaign terhadap Yudhoyono di masa kampanye pemilu ini.
“Lucu, kalau ada persoalan kegagalan panen dikaitkan dengan Presiden Yudhoyono hanya karena beliau menghadirinya,” kata Andi.
Para petani Desa Grabag, Kecamatan Grabag, Purworejo, Rabu (3/9) protes karena merasa tertipu ratusan juta rupiah akibat gagalnya panen padi jenis unggul “Supertoy” HL2 yang pada panen perdana April lalu dihadiri oleh Presiden Yudhoyono. (Sim/Mgn)-z
Supriadi Alias Toyong Diduga Penemu Benih Supertoy
Jum'at, 5 September 2008 - 14:57 wib
Adalah Supriadi alias Toyong warga Dusun Wonorejo 2, Desa Gadingsari, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, DIY yang diduga sebagai penemu padi varietas Super Toy HL-2.
"Saya tidak bisa memastikan Supriadi alias Toyong sebagai penemu padi varietas Super Toy karena tidak ada bukti. Namun masyarakat menduga Toy itu huruf awal dari Toyong" ujar Ir. Edi Suhariyanto, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Pemkab Bantul, Jumat (5/9/2008)
Dugaan kuat Supriadi alias Toyong karena jika disingkat nama depan Supriadi menjadi Super, sedangkan Toyong jika disingkat menjadi Toy. Kedua singkatan nama tersebut jika digabungkan menjadi Supertoy.(Daru Waskita/Trijaya/uky)
Padi Supertoy buat pakan ternak
| Sumber : http://www.wawasandigital.com Sabtu, 06 September 2008 | |
| Petani gagal total panen - SBY didesak minta maaf
Sebab, tanaman padinya itu hanya berisikan 5-1 biji pada setiap batangnya. ”Ya harus gimana lagi, terpaksa saya suruh babati tetangga, biar untuk ternak sapi,” jelasnya dengan kesal. Menurutnya, petani jangan dikorbankan. Pemerintah harus memberi ganti rugi kepada para petani dan pemerintah harus bertanggungjawab. Bukan cuma itu, Tjahjo juga mengkritik SBY soal blue energy. Sampai sekarang soal blue energy yang didukung Presiden SBY belum jelas kelanjutannya. Tjahjo mengingatkan SBY, jangan sampai negara Indonesia dipermalukan dunia karena temuan-temuan yang tidak jelas tapi sudah mendapatkan dukungan presiden. Turun tangan Dalam jumpa persnya semalam, bupati menceritakan, pada awalnya SHI menawarkan padi jenis baru supertoy untuk diujicobakan di Desa Grabag. Supertoy ini menurut SHI sekali tanam bisa tiga kali panen. Waktu itu bupati mengizinkan supertoy dicoba di Desa Grabag. Maka SHI, Gerakan Indonesia Bersatu (GIB), dan 400-500 petani Grabag melakukan kesepakatan ujicoba. Kesepakatan itu berupa saling percaya antara SHI-GIB-dan masyarakat petani Grabag. "Karena saking bangganya ada ujicoba supertoy seluas 103 hektar dan tidak menggunakan dana APBD," ujar bupati. Bupati menilai, tuntutan petani itu murni dari masyarakat karena panen kedua yang tidak memuaskan. Memang hubungan dengan SHI waktu itu tidak jelas betul. Maka ini perlu kejelasan. dtc/ary/Dr-Ct |
SBY ”kena getah” proyek padi unggulan
Edisi : Jum'at, 05 September 2008 , Hal.1
Jakarta (Espos) Belum lama berlalu geger proyek blue energy yang ”mengecoh” Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kini Presiden kembali terkena “getah” proyek orang dekatnya, yakni proyek padi unggulan Supertoy HL2 yang dikoordinasi PT Sarana Harapan Indopangan (SHI), di mana staf khusus Presiden, Heru Lelono, duduk sebagai komisaris di perusahaan itu.
Pada 17 April lalu Presiden dan sejumlah menteri melakukan panen perdana Supertoy di Desa Grabag, Purworejo, Jawa Tengah. Di hadapan warga, SBY mempromosikan agar menanam padi Supertoy HL2.
Namun, setelah dibudidayakan oleh petani setempat, padi tersebut tidak memberikan hasil, alias puso. Petani yang marah lantaran gagal panen lantas membakar tanaman padi tersebut. Mereka juga menuntut ganti rugi senilai Rp 1,65 miliar kepada PT PT SHI.
”Tuntutan itu sesuai dengan harga gabah sekarang, tuntutan kerugian satu ubin Rp 24.000,” ujar Kepala Desa Grabag, Gandung Sumriyadi, Kamis (4/9).
Sejumlah petani mengaku kapok menanam padi Supertoy HL2. Pasalnya, kualitas padi jenis itu lebih buruk dibandingkan jenis IR yang biasa mereka tanam. ”Kalau boleh memilih, kami lebih suka menanam padi jenis IR karena hasilnya lebih baik,” tutur Satinem, petani Desa Grabag.
Fatal
Menurut Sutinem, para petani yang menanam padi Supertoy HL2 terpaksa melakukan panen awal. Diakui Sutinem, pada panen pertama, padi Supertoy memberikan hasil yang memuaskan. Namun pada panen kedua ini hasilnya merosot drastis.
Wakil Ketua Partai Demokrat Ahmad Mubarok langsung bereaksi mendengar kasus tersebut. Dia meminta agar staf khusus Presiden SBY bidang otonomi dan pemerintahan daerah, Heru Lelono, mundur, lantaran sudah dua kali melakukan kesalahan yang fatal.
Sementara, Juru Bicara Presiden Andi Mallarangeng membantah keterlibatan Presiden SBY dalam pengembangan varietas Supertoy.
”Presiden sangat mendukung upaya meningkatkan produksi pangan. Beliau ke sana hanya diundang Bupati. Jadi bagaimana hasilnya dan kelanjutan panen itu selanjutnya adalah persoalan penemunya, itu kan bukan program pemerintah,” papar Andi.
Menurut Andi, Presiden hadir dalam acara panen perdana varietas padi Supertoy di Purworejo April lalu karena undangan dari Bupati Purworejo Kelik Sumrahadi.
Terpisah, Menteri Pertanian Anton Apriantono menyatakan, kegagalan panen padi Supertoy yang dialami petani Purworejo merupakan tanggung jawab produsen benih karena benih padi tersebut masih dalam taraf uji coba. Anton mengatakan, pemerintah akan mengganti kerugian yang diderita petani.
Spesial
Sementara, terkait dengan kasus Supertoy Pemprov Jawa Tengah tidak bisa berbuat banyak. ”Bukan kami lari dari tanggung jawab, tapi porsinya memang begitu. Penanaman itu urusan penemu Supertoy HL2, petani dan PT SHI,” kata Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Hortikultura Jateng, Aris Budiono.
Untuk diketahui, sebelum Supertoy, Heru juga membuat heboh saat kasus energi alternatif, blue energy mencuat ke publik. Belakangan, kasus blue energy malah berakhir di kepolisian dengan penangkapan rekan Heru, Djoko Suprapto. Saat ini, Djoko menjalani proses hukum di Polda Yogyakarta.
Heru mulai membangun PT SHI bersama teman-temannya di Gerakan Indonesia Bersatu, tiga tahun silam. Selain itu Heru Cs juga membuat sebuah lembaga penelitian bernama Center for Food Energy and Water Studies (CFEWS).
Panen Supertoy HL2 Bersama SBY di Purworejo
- Sumber : http://www.gib.or.id
Sesuai dengan himbauan Presiden SBY terhadap perlunya peningkatan produksi pangan, maka pada tanggal 17 April 2008 di desa Grabag Purworedjo dilakukan panen padi Supertoy HL2, hasil penanaman yang dilakukan petani setempat seluas 103 Ha.
Penanaman yang dilakukan oleh para petani disawahnya masing-masing mendapatkan bimbingan dari para personil Konsultan Petani Padi. Sejak awal, penanaman padi ini didukung oleh niat untuk meningkatkan penghasilan petani oleh Gerakan Indonesia Bersatu dan Sarana Harapan Indopangan.
Pembagian kegiatan pokoknya adalah, Pertama, petani menanam padi dilahannya sendiri dan tidak ada sewa menyewa sawah oleh GIB maupun SHI. Kedua, SHI menyediakan bibit padi Supertoy HL2 dan pupuk yang dibutuhkan. Ketiga SHI/GIB menyiapkan 20 personil Konsultan Petani Padi yang secara aktif memberikan bimbingan sejak pengolahan tanah sampai panen. Keempat, seluruh hasil panen khususnya panen pertama dibeli dengan harga tertentu oleh SHI. Kelima, biaya benih dan pupuk diperhitungkan kemudian setelah panen. Seperti apa yang disampaikan dalam sambutan dan dialog antara petani dan Presiden SBY ketika melakukan panen perdana, maka SHI akan terus melakukan perbaikan, bukan saja terhadap kualitas benih, namun juga system budidaya padi Supertoy tersebut.
Hasil yang cukup menggembirakan dari panen di Madiun, serta hasil rata-rata yang cukup baik di Purworedjo, diusahakan akan semakin baik diwaktu yang akan datang. Diharapkan dengan penjelasan yang semakin luas oleh personil KPP diberbagai daerah, rencana para petani Jambi, Bali, Indramayu, Jateng, Jatim dan yang lain dapat melaksanakan penanaman, pemupukan dan perawatan secara mandiri.
Sehingga cita-cita GIB untuk memberikan alternatif kepada petani didalam mengembangkan kesejahteraannya dapat terlaksana. Tidak ada kesempurnaan didalam hidup ini, demikian pula niatan SHI dan GIB didalam memberikan dukungan kepada para petani ini.
Ketidak sempurnaan dalam penjelasan kepada para petani, atau belum terbentuknya pemahaman petani sendiri, dan lain sebagainya masih pula terjadi. Namun seperti halnya sesuatu yang baru lainnya, yang diperlukan adalah ketekunan, kesabaran, kebersamaan, dan mengedepankan kepentingan yang lebih besar. Sebuah karya besar dari Tuyung Supriadi sebagai anak negeri dan anggota keluarga Gerakan Indonesia Bersatu ini, sudah sepatutnya kita dukung untuk dapat berkembang menjadi lebih baik dan bermanfaat untuk rakyat petani.
Tugas kita semua untuk memperbaiki, menyempurnakan dan mengembangkan apa yang sudah dilakukan seorang penemu. Bukan saja oleh seluruh jajaran GIB dan SHI, namun juga oleh pemerintah, seperti yang sudah ditunjukkan oleh Presiden SBY. Tutup mata telinga terhadap suara skeptis, bekerja keras bersama para petani, hanya dengan begitu masa depan dapat dituju.
(Red)
Kepala Balai Penelitian Deptan No Comment Soal Padi Super Toy

Padi Super Toy H2
"Kami sudah ada arahan. Hal ini dilakukan untuk menghindari adu domba dan suasana keruh," kata Kepala Balai Penelitian Padi Deptan Hasil Sembiring, Jumat (5/9/2008).
Dengan alasan sudah mendapat arahan itu, Hasil lebih banyak menjawab pertanyaan dengan jawaban tidak tahu dan no comment. Misalnya saat ditanyakan siapa yang memperkenalkan Super Toy ke Deptan, Hasil menjawab tidak tahu.
Dia juga tidak tahu salah satu keunggulan Super Toy yakni setelah panen hanya ditebas saja akan tumbuh lagi. Padahal kehebatan Super Toy ini pernah dimuat di situs Dirjen Tanaman Pangan Deptan. "Saya nggak tahu. Saya harus bicara sesuai data otentik," kata Hasil.
Saat ditanya apakah ada anjuran kepada pemerintah atau masyarakat menyikapi promosi bibit unggul agar tidak tertipu, lagi-lagi Hasil menolak menjawab. "Saya no comment. Kan sudah ada prosedurnya," kata Hasil tanpa menjelaskan prosedur yang dimaksud.
Padi Supertoy HL-2 yang dipromosikan SBY diprotes ratusan petani Purworejo, Jawa Tengah. Karena hasil panen kedua gagal, Rabu 3 September 2008, petani membakar padi yang diproduksi PT Sarana Harapan Indopangan (SHI) milik staf khusus SBY, Heru Lelono. (kilasberita.com/amz/dtc)
SBY Tercoreng Proyek Supertoy
![]() | |
| Susilo Bambang Yudhoyono (inilah.com/Abdul Rauf) |
INILAH.COM, Yogyakarta – Proyek Supertoy HL2 bukannya membuahkan panen raya, malah derita petani. Akibatnya, demo protes para petani pun meletus. Ada bau tak sedap yang terendus. Ujung-ujungnya, Presiden SBY ikut dipermalukan proyek gagal ini.
Akibat kegagalan proyek penanaman padi Supertoy di Kabupaten Purworejo, Kedu itu, memunculkan kesan jelek. Bahwa ada permainan tingkat tinggi di lingkungan istana mengenai proyek-proyek program pemerintah yang bersifat ad hoc, tanpa kajian dan penelitian mendalam ini.
Proyek ‘menghabiskan’ uang negera itu harus segera dibersihkan. Kasus padi Supertoy diduga terkait proyek yang dimanfaatkan orang-orang tertentu. Karena itu, langkah cepat SBY sangat dibutuhkan untuk membersihkan istana agar tidak merusak citra dan wibawa orang nomor satu Indonesia itu.
Citra dan wibawa itu, sejatinya mulai menurun di hadapan petani di Desa Grabag, Purworejo, Jawa Tengah. Mereka mengaku ‘kapok dan kapok’ menanam padi Supertoy HL2. Sebab kualitas padi ini ternyata lebih buruk dibandingkan jenis IR yang biasa mereka tanam.
Para petani itu kemudian melakukan demo protes pada Rabu (3/9). Mereka merasa tertipu ratusan juta rupiah lantaran panen padi jenis unggul Supertoy HL2 puso alias jadi pepesan kosong. Padahal panen perdana padi ini dihadiri SBY. Dalam acara itu SBY membangga-banggakan keunggulan Supertoy HL2.
Proyek padi Supertoy HL2 ini dikoordinasi oleh PT Sarana Harapan Indopangan (SHI). Staf Khusus Presiden SBY, Heru Lelono, menjadi komisaris di perusahaan ini. Singkatan HL2 pada nama padi Supertoy HL2 ini diyakini sebagai singkatan nama Heru Lelono.
Para petani, oleh kalangan DPR, diminta agar melaporkan secara transparan kasus yang mereka alami. Sehingga masalah dugaan penipuan ini segera dapat diselesaikan. “Kalau memang ada unsur penipuannya, laporkan saja ke aparat kepolisian. Biar diproses,” kata Ganjar Pranowo, Sekretaris FPDIP DPR.
Para pengamat politik melihat ada modus operandi berbau ‘rente ekonomi dan kolusi’ atas proyek-proyek boros dan ngawur ini. Kalangan Istana harus melakukan bersih-bersih terhadap orang-orang yang berkepentingan memanfaatkan proyek-proyek itu. Karena kalau tidak, hal itu akan merusak wibawa dan citra presiden sendiri.
Apalagi, bila mengingat ini bukan proyek pertama yang gagal digelindingkan dari Istana. Sudah ada dua proyek besar yang digarap lingkaran Istana, tapi gagal. Sebelumnya sudah ada proyek ‘blue energy’ yang hasilnya hanya jadi tertawaan orang. Saat itu, penggarapnya adalah Joko Suprapto dan Heru Lelono –lagi. [I4]
Petani Gagal Panen, Pimpinan PT SHI Tolak Disalahkan

Padi Promosi SBY Gagal Panen
"Itu karena kami sudah tidak mendampingi lagi," kata CEO PT SHI Iswahyudi saat dihubungi lewat telepon, Kamis (4/9/2008).
Dia menjelaskan, dahulu perusahaannya menawarkan kerjasama kepada petani untuk menanam Supertoy. Dan dijanjikan, bila tidak memenuhi hasil maksimal setiap lahan akan diganti gabah 13 Juta per hektar. Dan PT SHI melakukan pendampingan pada Desember 2007 hingga panen pertama April 2008, terbukti hasilnya bagus. Tapi karena ada satu dan lain hal pihaknya balik kanan meninggalkan petani.
"Yang periode pertama 100 persen kita dampingi, mulai dari pupuk sampai benih dan hasilnya relatif bagus. Tapi setelah panen tidak disetorkan kepada kita, di luaran justru banyak yang jual Supertoy," jelas Iswahyudi.
Dari estimasinya, setiap 1 hektar lahan menghasilkan 7 ton gabah. Tapi yang disetorkan kepadanya oleh petani hanya 2-3 ton saja.
"Kita ini swasta berpikirnya bisnis. Begitu melihat hasil panen tidak disetor, saya tidak mau ribut. Kita cari lagi tempat di mana kira-kira secara bisnis kondusif," jelasnya.
Padi temuan Tuyung Supriyadi itu lanjut Iswahyudi, kini ditanam juga di Madiun, Ponorogo, Sulawesi, dan sebagian Sumatera. "Coba Anda lihat saja sendiri ke sana. Di daerah itu sudah panen kedua dan hasilnya bagus, seperti Rojolele. Itu karena kita dampingi. Sekarang dari luar negeri juga sudah tertarik," urainya.
Dia justru menengarai kala didampingi dahulu, petani Purworejo tersebut tidak mau belajar dan mengerjakan sendiri. Padahal padi ini dengan hanya sekali tanam bisa 3 kali panen.
"Saya denger isu petani tidak mengerjakan sendiri tapi membayar pihak lain (KPT)," tandasnya. (kilasberita.com/amz/dtc)
Panen Masa Tunas Kedua Padi Super Toy Buat Imron Kelabakan
Sabtu, 06 September 2008 10:33 KB News

Panen Gagal
Erik (28), Staf Mini Market milik Imron yang ada di Jl. Raya Madiun Ponorogo, menjelaskan bahwa bosnya sedang ke luar negeri untuk membahas padi Super Toy yang gagal panen. "Saya tidak tahu persis, yang jelas kemarin saya ditelepon kalau bapak lagi di Timor Timur dan akan kembali nanti sore kemungkinan karena masih mampir ke Bali," jelas Erik, Sabtu (6/9/08).
Belum diketahui secara persis mengapa Imron ke Timor Leste membahas padi Super Toy. Namun, kabarnya proyek tanam padi Super Toy ini terkait kerja sama dengan pemerintah Timor Leste.
Erik menambahkan, kalau urusan padi Super Toy yang tahu persis ketua kelompok tani Purwadi yang juga Kepala Dusun di Desa Mlilir. Namun, setelah mendatangi rumahnya, Purwadi sedang tidak berada di tempat. Dia sedang keluar kota, sementara telepon genggamnya tidak bisa dihubungi.
"Saya sudah hubungi Mas, tapi nggak bisa, gak tau kemana," jelas Ny Purwadi.
Sementara itu, sebagian para petani yang mengalami gagal panen padi Super Toy mengeluhkan tingginya biaya dua kali lipat dibanding dengan penanaman padi lokal. Diketahui saat ini sebagian petani telah memanen padinya, meski kopong. Sedangkan tanaman lainnya masih masuk masa penyiangan dan pemupukan. Namun meski dipupuk sesuai prosedur, tanaman padi Super Toy ini juga tidak tumbuh bagus. (kilasberita.com/amz/dtc)
Sabtu, 06 September 2008
Supertoy Masih Bodong
2008-09-06 09:43:00
''Sepertinya mau kiamat''. Itulah istilah yang digunakan Menteri Sekretaris Negara, Hatta Rajasa, menyikapi heboh pembakaran Supertoy HL2 di Desa/Kec Grabag, Kab Purworejo, Jawa Tengah. Orang nomor satu dan nomor dua Republik ini pun langsung melakukan klarifikasi. Supertoy ternyata varietas yang belum bersertifikat alias bodong.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghubungi Heru Lelono. Heru adalah staf khusus Presiden Bidang Otonomi dan Pemerintahan Daerah yang juga komisaris utama PT Sarana Harapan Indopangan (SHI) --perusahaan yang membawa bibit itu ke Grabag. ''Presiden bertanya melalui telepon: apa persoalannya, bagaimana situasinya, apa yang terjadi,'' kata Juru Bicara Kepresidenan, Andi Mallarangeng di Kantor Presiden, Jumat (5/9).
Soal kunjungan Presiden ke Grabag memanen Supertoy, April lalu, Hatta Rajasa menegaskan itu atas permintaan Bupati Purworejo. Adapun staf khusus Presiden, kata dia, hanya menjembatani. Dalam pidatonya saat itu, kata Hatta, Presiden meminta Menteri Pertanian meneliti Supertoy. ''Kalau terbukti memiliki keunggulan, disertifikatkan, kemudian disebarkan,'' kata Hatta.
Hatta meminta masalah Supertoy tidak dipolitisasi. ''Hingga saat ini kita sudah miliki ratusan varietas padi. Tapi, yang segelintir hektare ini sepertinya Republik ini sudah mau kiamat saja,'' katanya.
Wakil Presiden Jusuf Kalla juga langsung menghubungi Menteri Pertanian, Anton Apriyantono. Dia mendapat informasi Supertoy belum bersertifikat. ''Itu memang baru tahap ujicoba. Kalau ujicoba, ya bisa saja gagal. Namanya juga ujicoba,'' kata Kalla, kemarin. Tapi, Kalla langsung menunjuk PT SHI yang bertanggung jawab dalam kasus Grabag, karena menyebarkan benih yang belum lulus uji.
Bodongnya Supertoy, dibenarkan Badan Litbang Pertanian Departemen Pertanian (Balitbang Deptan). Supertoy yang merupakan varietas baru hasil persilangan Rojo Lele dan Pandanwangi Jawa itu masih diteliti Balai Besar Penelitian Padi (Balitpa) Deptan. Karena itu keunggulan-keunggulan Supertoy --antara lain sekali tanam bisa dipanen tiga kali dan mampu menghasilkan 14,7 hektare pada panen pertama dan 19 hektare pada panen kedua-- masih klaim.
''Kami bukan bermaksud membenarkan atau menyalahkan, karena masih dalam penelitian. Tapi, secara ilmiah belum ada bukti nyata,'' kata Kepala Balitbang Deptan, Sumardjo Gatot Irianto, kemarin.
Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) Deptan, Hindarwati, terang-terangan menuding PT SHI melanggar UU No 12/1992 tentang Sistem Budidaya tanaman. ''Meskipun benih tersebut hanya diberikan atau tidak dijualbelikan, tetap harus melalui prosedur dilepas dulu oleh Menteri Pertanian,'' kata Hindarwati.
Sebelum suatu benih dilepas oleh Menteri Pertanian, Hindarwati mengatakan harus lebih dulu melalui berbagai macam pengujian. Antara lain uji terbatas maupun uji multilokasi.
Skenario
Supertoy yang ditanam di Grabag itu merupakan ujicoba? Menurut Bupati Purworejo, Kelik Sumrahadi, PT SHI dan Gerakan Indonesia Bangkit (GIB) memang datang menawarkan kerja sejak September 2007 lalu. Ujian itu dilakukan sebelum Supertoy didaftarkan ke Departemen Pertanian.
Situs milik Gerakan Indonesia Bangkit (GIB), www.gib.or.id mengungkapkan bahwa Supertoy juga telah ditanam dan dipanen di Kulonprogo, Yogyakarta (lima hektare); Madium (3,9 hektare); dan Purworejo (103 hektare).
Kendati sertifikatnya belum lagi turun, situs itu memberi kesan Supertoy seperti akan melakukan ekspansi besar-besaran, dan akan ditanam di berbagai wilayah Indonesia, dengan membentuk Kelompok Tani Indonesia Bersatu (KTIB). September ini, Supertoy akan ditanam di atas lahan seluas 420 ribu hektare. Pada Desember nanti, total produksi Supertoy ditargetkan sudah mencapai 6,2 juta ton atau setara dengan sekitar 4,34 juta ton beras.
Kemarin, dalam konferensi pers di Kantor GIB, CEO PT SHI, Iswahyudi, memaparkan Supertoy sudah ditanam di Madura, Ngawi, Nganjuk, Bali, Madiun, Ponorogo, dan Sidrap. Total lahannya sekitar 1.000 hektare.
Untuk uji laboratorium, Iswahdyudi mengatakan Supertoy mampu menghasilkan 14 ton gabah per hektare. Tapi, realitas 7-8 ton per hektare. Hanya di Desa Melilir, Kec Ndolopo, Madiun, kata dia, panen kedua mendapatkan hasil 10,4 ton per hektare.
Soal adanya kegagalan pada panen kedua di atas Grabag, Iswahyudi meminta Kepala Desa Grabag, Gandung Sumriyadi, untuk menyebutkan lahan milik siapa saja yang gagal. Bulir kopong, kata Iswahyudi, bisa terjadi karena tak dipupuk, ada penyakit, air menggenang, dan petani tak merawatnya dengan baik. ''Saya curiga tak dipakaikan pupuk. Supertoy perlu pupuk yang langsung ke stomata daun. Selebihnya sama dengan jenis lainnya.''
Pada panen pertama, April lalu, Iswahyudi mengatakan petani telah mendapatkan pembayaran rata-rata Rp 2,3 juta per petak, atau Rp 13,13 juta per hektare. Bahkan, kata dia, ada yang menerima Rp 16 juta.
Iswahyudi mengakui Supertoy belum mendapatkan sertifikasi. Tapi, bila Menteri Pertanian hendak menghentikan, dia mengatakan, ''Ya, dengan alasan sesuai hukum, ya tak apa-apa. Hanya, bagaimana dengan yang 900 hektare lainnya yang sudah menghasilkan?''
Heru Lelono mengaku telah berbicara dengan Menteri Pertanian, kemarin. ''Tidak ada permintaan itu,'' katanya.
Heru menegaskan proyek Supertoy murni milik SHI. Tak ada dana dan fasilitas negara, juga tak ada hubungannya dengan Presiden SBY. ''Presiden hanya mendorong penelitian ini,'' kata Sekretaris Umum GIB ini.
Iswahyudi meminta maaf kepada Presiden atas gangguan yang dirasakan soal kejadian Supertoy yang dikatakan gagal di Purworejo. Menurutnya, kehadiran Presiden saat panen di Purworejo itu sangat menggembirakan SHI, namun ditegaskannya Presiden hanya hadir karena undangan Bupati Purworejo.
Anggota Komisi IV DPR, Syamsul Hilal (PKS), mengingatkan pemerintah agar tidak memperkenalkan produk benih padi unggulan sebelum benih tersebut disertifikasi. ''Bisa saja memang sudah diuji di satu daerah, tapi kondisi tanah, cuaca, dan perawatan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan varietas tertentu,'' ujar Syamsul. zak/wed/dwo/ant
Petani Bakar Padi Promosi SBY
| Sumber : http://www.dutamasyarakat.com Jumat, 05 September 2008 Kasus Kedua Setelah Blue Energy | |
JAKARTA�Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lagi-lagi menjadi sorotan publik gara-gara mempromosikan produk yang gagal. Setelah geger proyek Blue Energy, kini bibit padi Super Toy HL2 diprotes para petani. Bahkan, kali ini ratusan petani Purworejo, Jawa Tengah, marah hingga membakar hasil panen mereka gara-gara padi Super Toy-nya gagal total, Rabu (3/9). Mereka merasa tertipu karena padi yang dipromosikan SBY tersebut ternyata tak memberikan hasil yang memuaskan.�Kami membelinya (bibit) dari PT Sarana Harapan Indopangan (SHI). Kami tertarik karena dulu dipromosikan Presiden. Awalnya bagus, sekarang puso,� kata seorang petani, Kamis (4/9). Presiden SBY sebelumnya mempromosikan padi jenis ini saat panen perdana 17 April 2008 lalu. Saat itu, panen perdana diikuti sejumlah menteri antara lain Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mendagri Mardiyanto, Mensesneg Hatta Radjasa, Mentan Anton Apriyantono, dan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto. SBY tampak bangga dengan produk padi ini. Namun itu dulu. Kini petani Desa Grabag mengaku kapok menanam padi Super Toy HL2. Sebab kualitas padi ini ternyata lebih buruk dibandingkan jenis IR yang biasa mereka tanam. �Kalau boleh memilih, kami lebih suka menanam padi jenis IR karena hasilnya lebih baik,� kata Satinem, petani desa itu. Menurut Sutinem, para petani yang menanam padi Super Toy HL2 terpaksa melakukan panen awal. Sebab jika tidak, tanaman mereka akan habis dimangsa hama wereng. �Padinya kecil dan kosong. Jadi kami benar-benar rugi pada panen kedua ini,� katanya. Dia mengakui pada panen pertama, padi Super Toy memberikan hasil memuaskan. Namun pada panen kedua hasilnya merosot drastis. �Waktu panen pertama hasilnya sekitar Rp 2,3 juta per hektare. Tapi sekarang jauh sekali di bawahnya,� paparnya. Proyek padi Super Toy HL2 dikoordinasi oleh PT Sarana Harapan Indopangan (SHI). Staf Khusus Presiden SBY, Heru Lelono, menjadi komisaris di perusahaan ini. Singkatan HL2 pada nama padi Super Toy HL2 diyakini sebagai nama Heru Lelono (HL). Menanggapi hal itu, Mentan Anton Apriyantono, meminta agar kasus Super Toy tidak dikaitkan dengan SBY. �Jangan dikorek-korek dengan SBY. Pak SBY itu orang baik,� katanya, Kamis kemarin. Mentan menuturkan, SBY mengapresiasikan setiap hasil penelitian. SBY, lanjut Mentan, sudah meminta Deptan untuk meneliti Super Toy lebih lanjut karena merupakan varietas baru. �Perlu waktu untuk menjadikan padi itu varietas unggul. Itu (Super Toy) kan hasilnya juga masih naik turun jadi penelitian perlu dilanjutkan,� kata Mentan. Karena Super Toy masih uji coba, lanjut Mentan, para petani yang gagal panen kedua diberi ganti rugi. �Para petani kan diganti. Laporan yang saya dengar itu diganti. Tanya Pak Heru Lelono, dia tahu banyak masalah itu,� tandas Mentan. Banyak Kejanggalan Sebenarnya para peneliti Departemen Pertanian sudah lama tahu kejanggalan padi Super Toy yang diproduksi PT SHI. Bahkan kejanggalan padi itu sudah dilaporkan ke Menteri Pertanian Anton Apriyantono. �Kita sudah lapor ke Pak Menteri,� ujar peneliti pada Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BBP Padi) Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Departemen Pertanian (Deptan), Buang Abdullah, kemarin. Menurut Buang, dirinya sempat mendatangi Desa Grabag, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, yang ditanami Super Toy. Dari hasil penelitian di desa tersebut, Buang menuturkan, padi Super Toy sama dengan padi jenis Rojolele. �Ya itu ada sesuatu yang tidak benar (bukan varietas unggul),� kata sarjana pertanian program studi Pemuliaan Tanaman Universitas Padjadjaran Bandung ini. Pemain Proyek Kasus ini mencuatkan dugaan adanya para pemain proyek di lingkungan Istana. Karena itu Presiden diminta segera membersihkan lingkungan Istana. Kasus padi Super Toy diduga terkait proyek yang dimanfaatkan orang-orang tersebut. �Istana harus melakukan bersih-bersih terhadap orang-orang yang berkepentingan memanfaatkan proyek-proyek karena kalau tidak akan mengganggu wibawa dan citra presiden sendiri,� kata anggota Komisi IV DPR Ganjar Pranowo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, kemarin. Terkait kasus Super Toy, Ganjar meminta para petani melaporkan secara transparan kasus yang dialami mereka sehingga masalah dugaan penipuan ini segera dapat diselesaikan. �Kalau memang ada unsur penipuannya, laporin aja ke aparat kepolisian biar diproses. Kan selesai,� usul sekretaris FPDIP ini. Ganjar meminta kepada pemerintah untuk mengkaji setiap program yang akan diluncurkan. Karena jika belum mendapatkan legalitas atas keberhasilan proyek, benih sebaiknya tidak diluncurkan ke petani. Tolak Beri Ganti Rugi Berbeda dengan Mentan Anton Apriyantono, PT Sarana Harapan Indopangan ternyata menolak memberi ganti rugi atas gagalnya panen verietas Super Toy HL-2 di Desa Grabag, Purworejo, Jawa Tengah. Hal itu karena perusahaan yang menyediakan bibit padi unggul tersebut sudah tak berurusan lagi dengan petani setelah panen raya yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono April lalu. �Sejak itu kami sudah tak ada kaitan dengan petani di Grabag,� kata Iswahyudi, Direktur PT Sahara Harapan Indo Group, kemarin. Ia menolak tudingan perusahaannya melepas tanggung jawab atas kerugian petani. Menurut Iswahyudi, PT Sarana Harapan Indo Group� perusahaan yang menaungi PT Sarana Harapan Indopangan�sudah memenuhi komitmennya membeli gabah petani pada saat panen raya pertama. �Padi hasil panen sudah kami bayar,� katanya. Petani, kata dia, justru yang tidak konsisten menjual hasil panennya ke PT Sarana Harapan Indopangan. Tidak semua hasil panen petani disetor ke perusahaan yang menyediakan bibit dan menuntun petani dalam bercocok tanam padi unggul. Menurut dia, petani menjual hasil tanamannya ke orang lain. �Kami pernah membeli gabah dari pedagang sekitar 3,5 ton. Artinya, kami justru menampung padi dari orang lain,� katanya. Iswahyudi menambahkan, gagal panen padi Super Toy petani Grabag di luar pengetahuan PT Sarana Harapan Indopangan. Selepas panen raya, katanya, tim dari penyedia bibit tidak lagi mengajari bagaimana memberi pupuk, pengairan, dan perawatan tanaman hingga panen, kepada petani. �Karena kami sudah tidak mengajari, jika hasilnya kurang baik kami tidak bisa disalahkan,� tuturnya. (tnr/det/ful) | |
PT SHI Melanggar UU
Jumat, 5 September 2008 | 17:20 WIB
JAKARTA, JUMAT- PT Sarana Harapan Indopangan (SHI) selaku perusahaan yang mengedarkan benih padi Supertoy kepada petani di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, dinilai melanggar Undang-undang Nomor 12 tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman.
Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) Departemen Pertanian, Hindarwati di Jakarta, Jumat (5/9), menyatakan, UU Sistem Budidaya Tanaman mewajibkan sebelum benih tanaman diedarkan terlebih dahulu harus dilepas oleh Menteri Pertanian untuk menjamin agar varietas yang digunakan masyarakat varietas unggul.
"Meskipun benih tersebut hanya diberikan atau tidak dijualbelikan, tetap harus melalui prosedur dilepas dulu oleh Menteri Pertanian," kata Hindarwati menanggapi kekecewaan petani Desa Grabag Purworejo yang menanam padi Supertoy dari PT SHI. Sejumlah petani Desa Grabag, Kabupaten Purworejo menuntut ganti rugi sekitar Rp1,65 miliar kepada PT SHI yang melakukan budidaya bibit padi Supertoy di areal sawah desa itu.
Para petani dirugikan karena padi jenis Supertoy yang ditanam ternyata tidak membuahkan hasil. Pada 17 April 2008 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan sejumlah menteri panen perdana padi supertoy di areal tersebut. Pengembangan budidaya supertoy di desa itu semula seluas 103,01 hektar namun kini areal tinggal sekitar 96,32 hektar, karena sejumlah petani beralih menanam padi IR setelah gagal panen Supertoy.
Hindarwati menyatakan, hingga saat ini benih padi supertoy belum dilepas oleh Menteri Pertanian sehingga tidak dibenarnkan jika PT SHI telah mengedarkan kepada petani. Menurut dia, sebelum suatu benih dilepas oleh Menteri Pertanian terlebih dulu harus melalui berbagai macam pengujian seperti uji terbatas maupun uji multilokasi.
Selain melanggar UU No 12 tahun 1992, peredaran tersebut juga tidak mematuhi ketentuan dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 44 tahun 1994 tentang Perbenihan Tanaman.
MSH
Sumber : Ant
Mentan Akan Desak PT SHI Beri Kompensasi Petani
Jum'at, 5 September 2008 - 02:39 wib
PURWOREJO - Menteri Pertanian Anton Aprianto berjanji akan membantu para petani padi Supertoy HL-2 meminta pertanggungjawaban pihak pengembang.
Hal ini terungkap dalam dialog via radio antara Mentan dengan para petani di Purworejo, Jawa Tengah, Kamis (4/9/2008). "Kita akan meminta pertanggungjawaban PT SHI. Tentu kita akan tagih. Kami tidak ingin petani dirugikan," kata Anton.
Anton menegaskan, pihaknya juga akan meminta komitmen PT SHI mengganti kerugian para petani.
Di sisi lain, Anton mengakui Padi Supertoy HL-2 memang belum menjadi varietas padi. Oleh karena itu, masih dalam tahap ujicoba. "Itulah mengapa Presiden (saat panen perdana April lalu) wanti-wanti agar Departemen Pertanian mengkaji lebih lanjut," katanya.
Sekedar catatan, total luas lahan yang digunakan untuk ujicoba penanaman Padi Supertoy Hl-2 di Desa Grabag, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo mencapai 103 hektare. Pada singgangan kedua, 6,79 hektare di antaranya sudah diganti varietas padi IR-64. Sebanyak 10 hektare di antaranya dalam kondisi puso karena tanaman sudah mengering.
Salah seorang petani, Saeroji (55) mengungkapkan, biaya yang sudah dikeluarkan untuk perawatan singgangan kedua mencapai Rp515.000 setiap satu iringnya. Biaya itu untuk pemupukan, pembersihan rumput, dan lain-lain. (Abdul Malik Mubarok/Sindo/ful)
Kumpulan Kliping Berita dari blog : www.sehatbagus.blogspot.com
Sumber : www.sehatbagus.blogspot.com
Sabtu, 2008 September 06
Orangtua Tuyung Supriyadi Tak Tahu Anaknya Penemu Super Toy
"Kulo mboten ngertos, menawi anak kulo meniko nemokaken pantun Super Toy, (Saya tidak tahu bila anak saya itu yang menemukan padi Super Toy," kata Basiran kepada wartawan di rumah Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Bantul, Sabtu (6/9/2008).
Menurut Basiran, Toyong anaknya juga jarang sekali pulang di rumahnya di Srigading Sanden. Bila pulang ke rumah hanya sebentar satu-dua hari atau bahkan hanya beberapa jam di rumah kemudian pergi lama berhari-hari lagi. Saat ini, dia sudah lebih dari 15 hari belum pulang ke rumah.
Dia pun juga tidak mengetahui secara persis kapan, Toyong yang mempunyai nama asli Supriyadi itu mulai menekuni dunia pertanian. Namun pasca gempa 27 Mei 2006, dia meminta izin ayahnya untuk menggunakan sebagian lahan sawah milik keluarga. Lahan sawah itu digunakan untuk menanam padi yang dijadikan percobaan.
Di sawah miliknya dijadikan Laboratorium padi Super Toy oleh Toyong. Dia menanam beberapa jenis padi seperti Super Toy, Memberamo, Jali dan Menceru. Beberapa jenis padi itu ditanam berdekatan di lahan seluas 300-an meter persegi. Puluhan ikat padi Super Toy yang telah di panen dikeringkan untuk dijadikan bibit. "Di sini, saya bersama beberapa orang hanya menunggu dan merawat saja. Sedang yang lain seperti pembibitan dikerjakan sendiri oleh Toyong," kata Basiran.
Menurut Basiran, anaknya juga bukan lulusan sebuah perguruan tinggi, tapi hanya lulusan SMK di Yogyakarta jurusan Bangunan tahun 1995. Setelah lulus dan bekerja, dia selalu berganti-ganti pekerjaan. Namun berdasarkan cerita Toyong, anaknya sering bepergian ke Jakarta atau daerah lain untuk urusan padi Super Toy. Basiran juga mengetahui anaknya pernah bertemu dengan Presiden SBY dan ikut hadir acara panen perdana Super Toy di Grabag Purworejo, 17 April 2008.
"Kalau pekerjaan apa pastinya saya tak tahu. Setahu saya hanya mengerjakan tanam padi Super Toy di laboratorium dan jarang ditunggu," kata Basiran.
BPTP Yogyakarta: Hasil Panen Super Toy 7,3 Ton/Hektar
"Jumlah 7,3 ton/hektar itu masih normal. Kalau sudah lebih dari 12 ton/hektar berarti sudah tinggi sekali," kata Kepala BPTP Yogyakarta, Dr Subowo G, MS kepada detikcom melalui telepon, Sabtu (6/9/2008).
Menurut dia dari hasil percobaan di Muruh, Gantiwarno di bawah tim peneliti Rob Mujisihono di lahan milik Sumarno. Pada panen 30 Agustus 2008 produksi mencapai 7,3 ton per hektar gabah kering panen. Belum ada produksi yang melebihi dari jumlah itu.
"Masa tanamnya 150 hari dengan tinggi tanaman rata-rata 150 cm. Bibit yang ditanam itu juga sama dengan yang ada di Grabag, Purworejo," katanya.
Subowo mengaku sebagai peneliti pihaknya penasaran dengan kedatangan 2 orang staf Tuyung tanpa Tuyung Supriyadi ke kantor BPTP Yogyakarta pada pertengahan bulan Maret 2008. Mereka menyatakan telah menemukan padi kualitas tinggi Super Toy. Kepadanya, dua orang menyampaikan kelebihan Super Toy yang memproduksi lebih 12 ton per hektar setiap musim tanam dan tahan ratoon 2 kali dengan produksi tetap tinggi.
"Karena di Yogya sedang dicanangkan Jogya Seed Center (JSC) untuk menjadi pusat perbenihan, hal itu kita sambut positif. Kami pun kemudian melakukan riset di beberapa tempat untuk uji multi lokasi di DIY dan sekitarnya. Ini sangat penting karena karakteristik tiap-tiap daerah tanahnya berbeda-beda," katanya.
Dia menambahkan selain melakukan riset di Desa Grabag Purworejo dan Dusun Nglobang Desa Mlilir, pihaknya juga melakukan percobaan penanaman Super Toy di Klaten dan Bantul. Tujuannya untuk mengetahui kebenaran hal tersebut dan sebagai bahan laporan ke Balai Besar Pertanian dan Menteri Pertanian di Jakarta.
"Hasil riset kami mengenai Super Toy sudah diterima pak menteri sebelum presiden datang ke Purworejo baik riset di Grabag maupun Delopo," katanya.
Jumat, 2008 September 05
Tuyung Supriyadi Penemu Supertoy Pernah Minta Sertifikasi
Tujuannya menunjukkan kepada kepala balai mengenai temuan varietas unggul baru. Dia berkeinginan untuk mendaftarkan ke Departemen Pertanian jenis padi yang dinamainya Supertoy belum ditambah HL2 (Heru Lelono).
Hal itu diungkapkan Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta, Dr Subowo, MS kepada wartawan di kantor Maguwoharjo, Depok, Sleman, Jumat (5/9/2008).
"Dia (Tuyung-red) itu ke kantor sini sekitar tahun 2007 untuk menunjukkan temuan varietas padi baru yang dinamakan supertoy yang bisa menghasilkan padi berlipat banyak," kata Bowo.
Saat itu Bowo bersama staf peneliti lainnya tidak langsung mempercayainya terutama mengenai asal-muasal jenis padi sebelumnya. Dia hanya mengatakan hasil persilangan saja. Dia juga ingin mendaftarkan temuan itu sebagai varietas baru padi unggul karena bisa meningkatkan hasil yang banyak.
"Saat itu kita terima baik dan positif karena memang kita mencari jenis unggul yang baru untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Namun kita perlu mengkaji lebih dulu," katanya.
Menurut Bowo, Tuyung kemudian menjelaskan dia melakukan percobaan padi itu dengan media sebuah pot besar dengan serumpun padi hasil temuannya itu. Ketika dilakukan percobaan dengan penggunaan pupuk dan perawatan ternyata bisa menghasilkan padi yang banyak dan meningkat hanya sekali tanam.
"Percobaan itu baru dilakukan di media pot, berarti akan lain jika di media yang lebih besar seperti sawah dan hasilnya tidak bisa hanya dihitung berdasarkan hasil perkalian di pot saja," katanya.
Dia mengatakan setelah mendatangi kantor BPTP Yogyakarta itu untuk menunjukkan temuan padi varietas unggul baru itu, Tuyung tidak pernah datang lagi. Namun setelah itu terdengar kabar beberapa lahan pertanian di Grabag Purworejo sudah ditanami dengan bekerjasama PT SHI. Di Bantul dia akan melakukan hal yang sama, namun Bupati dan Kepala Dinas Pertanian setempat tidak mengizinkan.
Bowo menambahkan setelah panen raya Supertoy di Grabag, pihaknya telah melakukan beberapa kali riset dan kajian di Grabag, Desa Mlilir Kecamatan Delopo Madiun yang ditanami Supertoy. Beberapa lahan di Imogiri Bantul dan Gantiwarno Klaten yang ditanami Supertoy juga diteliti selama tahun 2008 ini. Laporan hasil riset itu juga telah disampaikan kepada Menteri Pertanian Anton Apriantono pada tanggal 10 April 2008 atau sekitar satu minggu sebelum acara panen raya 17 April 2008.
"Kita lakukan riset saat ini, karena ada permintaan dari pak menteri. Hal itu sudah kami laporkan semuanya termasuk beberapa hasil riset di tempat lain. Hasilnya beda dengan yang gancar dipromosikan bisa meningkatkan hasil berlipat-lipat," pungkas Bowo.
Peneliti : Mustahil Supertoy Capai Lebih dari 15 Ton/Hektar
Pernyataan itu dibantah oleh Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta, Dr Subowo, MS kepada wartawan di kantor Maguwoharjo, Depok, Sleman, Jumat (5/9/2008).
"Kalau jenisnya seperti Rajalele, bila mencapai 9 ton/hektar Gabah Kering Pungut (GKP) itu hebat, apalagi varietas lokal. Sebab hanya mencapai 7 ton/hektar itu biasa, paling banyak 7,3 ton/hektar," kata Subowo.
Dia menyatakan keraguannya secara praktek bila pencapaian hasil panen Supertoy yang terus meningkat atau naik dari masa panen pertama hingga ketiga yang dikatakan bisa mencapai 15 hingga 20 ton/hektar. Sebab biasanya pada masa singgang atau masa panen berikutnya pasti akan menurun.
"Pengalaman penelitian yang dilakukan oleh peneliti BPTP Yogyakarta seperti yang dilakukan Pak Rob Muji Sihono pada masa ratun setelah panen pertama justru turun hingga sekitar 6,3 ton/hektar atau menurun lebih dari 15 persen," kata Bowo didampingi Rob Muji Sihono.
Bowo mengatakan hasil 7 ton/hektar itu dengan catatan tidak ada hama wereng atau hewan serangga lain seperti walang sangit, kepik, hama penggerek batang padi atau dimakan burung. Kenyataannya di Grabag Purworejo atau di wilayah lain juga dimakan hama wereng dan serangga lain.
Menurut Bowo, penggunaan pupuk kimia untuk Supertoy juga lebih banyak dibanding jenis lainnya. Pupuk Urea diberikan 2 kali masing 75 kg/ha, pupuk SP-36, sebanyak 3 kali masing-masing 75 kg/ha, pupuk KCL 3 kali masing-masing 75 kg/ha. Selanjutnya pupuk ZA sebanyak 75 kg/ha dan NPK Mutiara sebanyak 3 kali masing-masing 75 kg/ha.
"Pemakaian pupuk di atas 100 kg untuk SP-36 dan KCL hingga 225 kg/ha itu sudah tidak signifikan dan tidak akan meningkatkan hasil," pungkas Bowo.
Peneliti : Supertoy HL2 Mirip Dengan Rojolele
Hal itu diungkapkan salah seorang peneliti dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta, Rob Muji Sihono kepada wartawan di kantor Maguwoharjo, Sleman, Jumat (5/9/2008).
"Kalau dilihat dari bentuknya saat kita lakukan penelitian, Supertoy itu identik dengan Rojolele. Itu bukan varietas unggul baru tapi termasuk padi unggul lokal," kata Rob panggilan akrabnya.
Menurut dia, dari bentuk fisiknya seperti tinggi batang lebih dari 130 cm, panjang malai, bentuk buahnya serta ada bulunya itu jelas jenis padi Rajalele. Umur tanaman antara Supertoy dengan Rajalele juga sama sekitar 150 hari. Padi Rojolele yang termasuk jenis lama ini juga telah diputihkan oleh pemerintah pada tahun 2003.
Rajalele di lapangan dikenal dengan tiga jenis. Jenis pertama yang berbatang ungu seperti yang ditanam petani Grabag, yang kemudian dikenal dengan Supertoy HL2. Kedua, batang hijau sepertiyang ditanam di wilayah Imogiri Bantul. Ketiga dengan batang warna coklat yang ditanam di Kecamatan Gantiwarno Klaten.
"Kalau mengalami perubahan warna batang itu wajar dan biasa. Ciri fisik Rajalele itu ada noda putih dibagian perut. Jelas bukan jenis baru," kata Rob didampingi Kepala BPTP, Dr Subowo, MS.
Rob mengatakan pihaknya telah melakukan penelitian di lapangan tempat Supertoy ditanam diantaranya di Grabag Kabupaten Purworejo dan di Delopo, Madiun. Di Grabag tinggi batang padi ada yang mencapai 188 cm atau setinggi badan manusia dengan rumpun antara 8-13 batang atau rata-rata 11 batang, pasti akan roboh bila terkena tiupan angin kencang. Sedang di Bantul dan Klaten, rata-rata tinggi batang 131 dan 133 cm. "Batang padi juga tidak dapat menahan malai yang panjang," pungkas dia.
Kamis, 2008 September 04
Petani Grabag Tuntut Iswahyudi Selesaikan Masalah
PT SHI tidak boleh lempar tanggungjawab dengan beralasan proyek itu hanya satu kali tanam saja. Padahal awal proyek penanaman Super Toy di lahan seluas 103 hektar yang dinyatakan satu kali tanam bisa 3 kali panenan.
"Iswahyudi harus datang menemui petani sebagai bentuk pertanggungjawaban PT SHI," kata Lurah Desa Grabag, Gandung Sumrayadi kepada detikcom di rumahnya Desa Grabag Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo Jawa Tengah, Kamis (4/9/2008).
Menurut Gandung, karena padi Super Toy HL 2 itu katakan bisa panen 3 kali dalam sekali tanam, maka Iswahyudi atau PT SHI tidak bisa hanya sekali masa panen. Sedang dua kali panen berikutnya dibebankan pada petani. "Tidak bisa seperti itu. Sama saja tidak bertanggungjawab. Ibaratnya mereka itu seperti orang tabrak lari saja," katanya.
Padahal lanjut Gandung, panen kedua saat ini banyak petani yang gagal. Jumlah lahan juga berkurang dari 103 hektar menjadi 90-an hektar. Sebagian petani kembali menanam jenis padi lain seperti IR 36. Tanaman padi Super Toy HL2 banyak yang puso, dimakan hama wereng dan banyak bulir padi yang kosong atau tidak berisi. Kegagalan itu tidak bisa dibebankan petani saja. "Meraka nanti mau makan apa. Apa pemerintah desa yang harus menanggung beban," ungkap adik kandung Bupati Purworejo itu.
Gandung menegaskan pihaknya menuntut Iswahyudi karena dia atas nama PT SHI sudah menyatakan kesanggupannya memberikan bantuan seperti yang tertulis dalam surat pernyataan kesanggupan tertanggal 4 April 2008. Surat itu yang menjadi pegangan petani Grabag untuk menuntut. "Orang-orang yang ikut proyek tersebut seperti Toyong Supriyadi yang dikatakan sebagai penemu padi jenis itu juga sudah tidak kelihatan batang hidungnya lagi," pungkas dia.
Lurah Desa Grabag Bantah Ada Masalah Dengan Bupati Purworejo
Sarana Harapan Indonpangan (SHI), Heru Lelono bila kegagalan padi proyek Super
Toy HL2 di Desa Grabag Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo karena ada masalah
konflik keluarga. Konflik itu antara dirinya dengann kakaknya Kelik Sumrahadi
yang menjabat Bupati Purworejo saat ini.
"Itu tidak benar pernyataan Heru Lelono. Nggak ada saya konflik atau punya
masalah dengan kakak saya," kata Gandung kepada detikcom di rumahnya Desa Grabag
Kecamatan Grabag Purworejo, Kamis (4/9/2008).
Dia menegaskan hubungan antara dirinya dengan kakaknya selama ini harmonis sebagai keluarga besar. Demikian pula hubungan dalam tatap pemerintahan antara lurah dengan bupati juga tidak ada masalah. "Hubungan antara atasan dan bawah juga tak ada masalah. Heru Lelono jangan mencari-cari alasan," ujar Gandung.
Gandung mengatakan dirinya bersama petani Grabag melakukan protes dengan
membakar padi di sawah untuk meminta pertanggungjawaban PT SHI dalam proyek
penanaman padi Super Toy yang dinyatakan padi kualitas unggul dengan sekali
tanam bisa 3 kali panen yang terus meningkat. Kenyataannya tidak benar, justru
pada panen kedua atau masa singgang hasilnya terus menurun dan banyak dimakan
hama wereng.
"Masalah ini bukan masalah perseorangan, tapi saya sebagai kepala berkepentingan
untuk melindungi warga saya. Mereka gagal panen, mau makan apa dan bagaimana
mencukupi kehidupan sehari-harinya. Lima ratus petani itu menghidupi ribuan
kepala di Grabag," katanya.
Menurut Gandung, pada panen pertama sebelum proyek diresmikan oleh Presiden SBY
bersama Ny Ani Yudhoyono itu sudah bermasalah. Namun petani berhasil diredam.
Selain itu, proyek penanaman padi seluas 103 hektar di Grabag itu juga tidak
melibatkan dua kelompok tani yakni Gemah Ripah 1 dan 2.
"Mereka buat kelompok tani sendiri dan tanpa sepengetahuan desa, bahkan Dinas
Pertanian Purworejo saja tidak diajak rembugan," tegas Gandung.
PT SHI Hanya Mau Menanggung Panen Perdana
Jum'at, 5 September 2008
PURWOREJO - PT Sarana Harapan Indopangan (SHI) selaku pengembang padi Supertoy HL-2, tampaknya enggan memberi ganti rugi kepada petani penanam padi tersebut. Alasannya, PT SHI hanya menanggung panen perdana.
"Hasil panen pertama periode April-Mei sudah kami beli. Harganya Rp2,3 juta per iring (1.750 meter persegi)," kata Perwakilan PT SHI Iswahyudi di Purworejo, Jawa Tengah, Jumat (5/9/2008).
Menurutnya, perjanjian antara PT SHI dengan petani hanya berlaku untuk satu kali musim tanam. Yaitu panen perdana yang jatuh pada April lalu dan dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Untuk selanjutnya, diserahkan kepada petani untuk merawatnya. Setelah itu, pihaknya sudah tidak ada hubungan apa-apa dengan petani. Sebab, PT SHI sudah tidak lagi memberikan pupuk dan obat-obatan lainnya untuk perawatan.
Jika petani meneruskan perawatan, maka hal itu menjadi tanggungjawab petani sendiri. Termasuk jika terjadi gagal panen seperti yang dialami sekarang ini.
"Setelah panen pertama, petani kayaknya meneruskan dan minta kita yang mengurus. Padahal, kita sudah tidak ngasih pupuk, jadi nggak tahu kualitas berasnya seperti apa," kilahnya.
Sekadar diketahui, sebelumnya disebut-sebut bahwa benih padi Supertoy HL-2 ini mampu panen sebanyak 3-4 kali dalam satu tahun.(Abdul Malik Mubarok/Sindo/lsi)
Sengkarut Supertoy yang Bikin Letoy, PT SHI sengsarakan petani
Sumber : http://www.suaramerdeka.com
05/09/2008
Purworejo, CyberNews. Air mata Sukinah (37) mengucur dari kelopak matanya. Tak henti-hentinya perempuan ini menangis meratapi nasibnya. Dua iring tanah miliknya yang ditanami Supertoy oleh PT Sarana Harapan Indopangan (SHI) tidak menghasilkan apa-apa. Yang tersisa hanya kerugian, sementara PT SHI terkesan lepas tangan.
Sukinah adalah satu dari ratusan petani pemilik 103 hektare lahan yang ditanami Supertoy. Nasib mereka sama, menderita kerugian. Satu-satunya gantungan hidup mereka hanya sawah.
"Tanah kami adalah gantungan hidup kami. Kalau kondisinya begini (gagal panen), kami yang orang kecil seperti ini mau makan apa. Gabah sudah tidak punya. Sementara sebentar lagi lebaran," keluh Sukinah.
Warga lainnya, Endang (31) tak kalah sedihya. Dia juga tak henti-hentinya meneteskan air mata. Seperempat hektare sawahnya juga menjadi satu-satunya gantungan hidup.
"Kalau tidak dikontrak untuk tanam Supertoy, musim seperti ini kita sudah selesai panen. Dan siap-siap menjual untuk lebaran. Kalau seperti ini? jangankan untuk lebaran, dimakan saja kami tak ada," katanya sembari sesenggukan.
Para petani berharap diperlakukan adil. Mereka meminta agar PT SHI datang langsung untuk bertanggungjawab pada warga. Bukannya malah lari saat tanaman gagal panen.
Edy Tarsan (55), salah satu mengungkapkan, para petani di desa Grabag sangat kecewa dengan keadaan ini. "SHI bukan hanya merugikan tapi menyengsarakan petani," keluhnya.
Permintaan ganti rugi oleh petani itu menurutnya merupakan hak petani karena padi itu merupakan satu-satunya hasil yang diharapkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Hal senada diungkapkan Saeroji (55). Petani ini mengungkapkan, sejak menanam padi supertoy dia merasa rugi bila dibangdingkan menanam padi IR-64 seperti biasanya.
Dia mengaku memiliki empat hektare lahan persawahan. Panen pertama supertoy hanya mendapatkan rata-rata 3,5 ton per hektare. Padahal awal tanam pihak investor menjanjikan satu hektare bisa menghasilkan 14,6 ton.
"Padahal kalau IR bisa mencapai 10 ton per hektare, jadi kerugiannya sekitar 9 ton per hektare," katanya.
Pada singgang kedua ini ungkap Saeroji, PT SHI tidak melakukan sosialisasi kepada warga. SHI dinilai setelah tahu pada panen pertama tidak sesuai dengan harapan, singgang kedua ini diserahkan pada warga untuk melanjutkannya.
Penyerahan itu memang menggunakan surat, kata Saeroji warga pernah menolak karena tidak pernah memelihara singgang. "Dari panenan pertama SHI merasa gagal akhirnya mencari alasan gak tahu arahnya gimana akhirnya melarikan diri," tambahnya.
Iswahyudi dari pihak SHI, lanjut Saeroji, juga pernah menjanjikan untuk membuatkan sumur bor dan pompa air untuk mnegairi. Karena dilihat dari musimnya, untuk panen singgang ketiga sudah tidak mendapatkan air lagi.
Bagi sebagian besar warga Grabag, padi memang menjadi satu-satunya sumber penghidupan.
"Orang kayak saya cuma petani kecil, kalau gak panen ya gak bisa bayar sekolah anak, gak bisa makan karena saya cuma menggantungkan hidup dari bertani. Padahal kalau buat bayar sekolah kan gak bisa ditunda, lalu kalau seperti ini tidak ada kejelasannya bagaimana nasib kita," keluh Sukinah.
(Nur Kholiq /CN09)
YOGYAKARTA, TRIBUN - Siapa pakar yang menemukan padi Super Toy HL2 yang sudah mempermalukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono?

JAKARTA�Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lagi-lagi menjadi sorotan publik gara-gara mempromosikan produk yang gagal. Setelah geger proyek Blue Energy, kini bibit padi Super Toy HL2 diprotes para petani. Bahkan, kali ini ratusan petani Purworejo, Jawa Tengah, marah hingga membakar hasil panen mereka gara-gara padi Super Toy-nya gagal total, Rabu (3/9). Mereka merasa tertipu karena padi yang dipromosikan SBY tersebut ternyata tak memberikan hasil yang memuaskan.
