| Sabtu, 06-09-2008 | 01:13:37 | |
|
Ternyata, seperti penemu blue energy, orangnya bukanlah ahli pertanian. Namanya Tuyung Supriyadi, laki-laki yang tinggal di Bantul. Hingga saat ini, Tuyung tidak diketahui keberadaanya dan PT Sarana Harapan Indopangan (SHI) yang dipimpin Heru Lelono, staf ahli presiden, juga belum memunculkan sosok Tuyung. Yang jelas, Tuyung bersama beberapa rekannya pernah mendatangi kantor Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta tahun 2007 untuk menunjukkan temuan varietas unggul baru itu. Dia ingin mendaftarkan jenis padi itu ke Departemen Pertanian. Waktu itu Super Toy tanpa embel-embel HL2. Tambahan HL2 diberi oleh PT SHI yang artinya Heru Lelono 2. Kepala BPTP Yogyakarta, Dr Subowo, MS kepada di kantor BPTP, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Jumat (5/9), mengatakan, ia bersama staf peneliti lainnya tidak langsung mempercayainya terutama soal asal-muasal jenis padi sebelumnya. Waktu itu Tuyung hanya mengatakan hasil persilangan saja. “Saat itu kita terima baik dan positif karena memang kita mencari jenis unggul baru untuk Yogyakarta. Namun kita perlu kaji lebih dulu,” katanya. Menurut Bowo, Tuyung menjelaskan bahwa dia melakukan percobaan pada sebuah pot besar dengan serumpun padi hasil temuannya itu. Saat menggunakan pupuk dan perawatan, ternyata hasilnya banyak dan meningkat hanya sekali tanam. “Percobaan itu baru dilakukan di media pot, berarti akan lain jika di media yang lebih besar seperti sawah. Hasilnya kan tidak bisa hanya dihitung berdasarkan hasil perkalian di pot saja,” katanya. Setelah mendatangi kantor BPTP, Tuyung tak pernah datang lagi. Namun setelah itu terdengar kabar beberapa lahan pertanian di Grabag, Purworejo sudah ditanami padi itu, bekerja sama dengan PT SHI. Di Bantul, Tuyung juga akan melakukan hal yang sama, namun Bupati dan Kepala Dinas Pertanian setempat menolak. Setelah panen raya Super Toy di Grabag, BPTP melakukan beberapa kali riset dan kajian di Grabag dan Desa Mlilir Kecamatan Delopo Madiun yang ditanami Super Toy. Laporan hasil riset itu juga telah disampaikan kepada Menteri Pertanian Anton Apriantono pada 10 April 2008, seminggu sebelum acara panen raya 17 April 2008 yang dilakukan Presiden SBY. “Hasilnya beda dengan yang gencar dipromosikan bisa meningkatkan hasil berlipat-lipat,” kata Bowo. Saat meresmikan panen perdana di Desa Grabag, Presiden menyatakan Super Toy adalah padi dengan sekali tanam bisa tiga kali panen dan hasilnya terus meningkat. Dari panen pertama 9 ton/hektare terus meningkat hingga lebih dari 15 ton/hektare. Namun Subowo meragukan kemampuan Super Toy. Kalau jenisnya seperti Rajalele, bila mencapai 9 ton/hektare gabah kering pungut (GKP) itu hebat, apalagi varietas lokal. Biasanya hanya 7 ton/hektare dan paling banyak 7,3 ton/hektare. Begitu juga soal Super Toy bisa tiga kali dan terus meningkat atau naik dari masa panen pertama hingga ketiga sampai 15 hingga 20 ton/hektare. Di Jakarta, kemarin, PT SHI yang dimintai tanggungjawab oleh Presiden SBY dan Jusuf Kalla, menggelar jumpa pers. Komisaris SHI, Heru Lelono menyatakan akan bertanggung jawab sesuai dengan perintah Presiden bahwa petani tidak boleh ada yang dirugikan.(persda network/ade) |
Minggu, 07 September 2008
Penemu Padi Super Toy Raib
Sumber : http://tribunbatam.co.id
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
YOGYAKARTA, TRIBUN - Siapa pakar yang menemukan padi Super Toy HL2 yang sudah mempermalukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar