Minggu, 07 September 2008

Presiden SBY Dipermalukan Padi Supertoy

Sumber : http://tribunjabar.co.id
Jumat ,
05 September 2008 , 10:43:36 wib
Rachmat Hidayat

JAKARTA, TRIBUN - Belum lama, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sempat dibuat malu dengan membanggakan Joko Supriyanto dengan temuannya, Blue Energy. Kini, tregedi berikutnya terulang. Eksperimen Proyek padi Supertoy HL2 yang dikoordinasikan oleh Staf Khusus Presiden SBY, Heru Lelono. Eksperimen ini dilakukan oleh PT Sarana Harapan Indopangan (SHI) yang tak lain, Heru Lelono menjadi komisarisnya. Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat saat dimintai tanggapannya oleh Persda Network, Kamis (4/9) tegas menyatakan, pemerintah memang telah dibuat malu.


"Presiden SBY dalam hal ini telah dibuat malu oleh staf
khususnya sendiri. Kami, DPP Partai Demokrat tidak akan berkirim surat kepada
Istana meminta Heru Lelono dipecat, karena Istana pasti akan tahu apa yang akan
dilakukan terhadap staf khususnya ini," tegas Mubarok, orang nomor dua Partai
Demokrat ini.


Sebelumnya, proyek Blue Energy proyek yang semula akan
membanggakan negeri ini dengan menggunakan bahan dasar air, sebagai pengganti
minyak tanah, premium, pertamax maupun avtur. Namun, Joko Suprapto sebagai
penemu, tak bisa membuktikannya dan kemudian malah dinyatakan resmi sebagai
tersangka oleh Polda Yogyakarta.


Mubarok kemundian menceritakan tentang kejadian tregedi
padi Supertoy. Kejadian ini, jelasnya, bermula saat ratusan petani Desa Grabag,
Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, melakukan protes Rabu (3/9) kemarin.
Protesnya, tak lain lantaran merasa tertipu hampir ratusan juta rupiah karena
panen padi jenis unggul Supertoy HL2 terkena puso alias kopong. Mubarok tidak
menampik, dalam panen perdana padi yang dinamai Supertou HL2 ini begitu
dibangga- banggakan.


"Nah, sekarang terjadi seperti ini, apa bukan membuat malu
namanya? Biasanya, kalau ada yang di dalam (Istana) melakukan kesalahan, itu
digeser. Saya berkata jujur saja, lebih baik digeser karena kejadiannya sudah
seperti itu. Tapi begini, SBY itu sebenarnya orang yang selalu senang kalau ada
yang gagasan yang menguntungkan masyarakat. Karena ini kesalahan yang membuat,
pak SBY yang jadi kena kesalahannya. Saya berbicara apa adanya saja," papar
Mubarok.


"Dulu, juga pernah terjadi di Manado. Soal pabrik gula
aren di Manado. Akan tetapi, setelah pabriknya diresmikan, ternyata tidak
produksi. Ini kan memalukan apalagi yang melakukan adalah suami dari pengurus
Demorkat. Padahal, pak SBY saking senengnya ketika itu, langsung merespon.
Sekarang terjadi lagi, rakyat tertipu," sesalnya.


Presiden SBY, jelasnya lagi, akan bersikap sportif atas
kejadian ini. Menurutnya, mengakui adanya kesalahan bukanlah sebuah kejahatan
lantaran adanya input dari orang-orang yang mungkin akan bersikap negatif
terhadap Presiden SBY. Yang jelas, Presiden SBY memang tertipu. Ada memang yang
di dalam Istana memang selalu bersikap begitu, pada saat kampanye lalu, juga
sudah begitu," tukasnya.


PDI Perjuangan, sebagai partai oposisi terhadap
pemerintah, kemudian meminta agar Istana melakukan bersih-bersih terkait adanya
dugaan poyek tak berwjud yang dilakukan oleh kalangan dekat pemerintahan. Hal
ini diungkapkan oleh Sekertaris FPDI-P, Ganjar Pranowo kepada wartawan di
DPR.


"Kalau kami boleh menyarankan, diperlukan langkah cepat
oleh Presiden SBY,membersihkan istana agar tidak mengganggu citra. Secepatnyalah
dilakukan bersih-bersih terhadap orang-orang yang memang berkepentingan
memanfaatkan proyek-proyek, " pintanya.


"Kalau tidak dilakukan, jelas akan gangu wibawa dan citra
presiden sendiri. Baiknya diselesaikan, itu lebih baik," Ganjar Pranowo
menyarankan seraya meminta kepada para petani yang merasa tertipu memberikan
laporan secara transparan atas kasus padi Supertoy ini.(*)

Tidak ada komentar: