Jum'at, 5 September 2008
PURWOREJO - PT Sarana Harapan Indopangan (SHI) selaku pengembang padi Supertoy HL-2, tampaknya enggan memberi ganti rugi kepada petani penanam padi tersebut. Alasannya, PT SHI hanya menanggung panen perdana.
"Hasil panen pertama periode April-Mei sudah kami beli. Harganya Rp2,3 juta per iring (1.750 meter persegi)," kata Perwakilan PT SHI Iswahyudi di Purworejo, Jawa Tengah, Jumat (5/9/2008).
Menurutnya, perjanjian antara PT SHI dengan petani hanya berlaku untuk satu kali musim tanam. Yaitu panen perdana yang jatuh pada April lalu dan dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Untuk selanjutnya, diserahkan kepada petani untuk merawatnya. Setelah itu, pihaknya sudah tidak ada hubungan apa-apa dengan petani. Sebab, PT SHI sudah tidak lagi memberikan pupuk dan obat-obatan lainnya untuk perawatan.
Jika petani meneruskan perawatan, maka hal itu menjadi tanggungjawab petani sendiri. Termasuk jika terjadi gagal panen seperti yang dialami sekarang ini.
"Setelah panen pertama, petani kayaknya meneruskan dan minta kita yang mengurus. Padahal, kita sudah tidak ngasih pupuk, jadi nggak tahu kualitas berasnya seperti apa," kilahnya.
Sekadar diketahui, sebelumnya disebut-sebut bahwa benih padi Supertoy HL-2 ini mampu panen sebanyak 3-4 kali dalam satu tahun.(Abdul Malik Mubarok/Sindo/lsi)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar