Sumber : http://www.kapanlagi.com
Kamis, 04 September 2008 21:39
Kapanlagi.com - Juru Bicara Presiden Andi Malarangeng membantah keterlibatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pengembangan varietas padi `Supertoy` di Purworejo yang ternyata mengalami gagal panen pada panen kedua.
"Presiden sangat mendukung upaya meningkatkan produksi pangan. Beliau ke sana hanya diundang Bupati. Jadi bagaimana hasilnya dan kelanjutan panen itu selanjutnya adalah persoalan penemunya, itu kan bukan program pemerintah," kata Andi saat dihubungi di Jakarta, Kamis (4/9).
Menurut Andi, Presiden hadir dalam acara panen perdana varietas padi "Supertoy" di Purworejo April lalu hanya karena undangan dari Bupati Purworejo, Kelik Sumrahadi, dan Presiden menghadirinya karena sangat peduli dan mendukung upaya-upaya masyarakat untuk membuat temuan-temuan yang berguna untuk meningkatkan produksi.
"Presiden selalu hadir setiap panen raya di pulau Buru, Merauke dan tempat-tempat lain, tetapi bagaimana kelanjutan dari hasil varietas padi itu, harus dikembalikan ke penemunya," kata Andi.
Namun, Andi tidak membantah kalau ramainya pemberitaan dan komentar soal kegagalan "Supertoy" sebagai bentuk black campaign terhadap Presiden Yudhoyono di masa kampanye Pemilu ini.
"Lucu, kalau ada persoalan kegagalan panen dikaitkan dengan Presiden Yudhoyono hanya karena beliau menghadirinya," kata Andi.
Sebelumnya, para petani Desa Grabag, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah Rabu (3/9) melakukan protes karena merasa tertipu ratusan juta rupiah akibat gagalnya panen padi jenis unggul Supertoy HL2 yang pada panen perdana April lalu dihadiri oleh Presiden Yudhoyono.
Para petani itu mengaku kapok menanam padi Supertoy HL2 karena kualitas padi yang ternyata lebih buruk dibandingkan jenis IR yang biasa mereka tanam. (kpl/rif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar