Sumber : http://www.news.okezone.com
Jum'at, 5 September 2008 - 02:39 wib
PURWOREJO - Menteri Pertanian Anton Aprianto berjanji akan membantu para petani padi Supertoy HL-2 meminta pertanggungjawaban pihak pengembang.
Hal ini terungkap dalam dialog via radio antara Mentan dengan para petani di Purworejo, Jawa Tengah, Kamis (4/9/2008). "Kita akan meminta pertanggungjawaban PT SHI. Tentu kita akan tagih. Kami tidak ingin petani dirugikan," kata Anton.
Anton menegaskan, pihaknya juga akan meminta komitmen PT SHI mengganti kerugian para petani.
Di sisi lain, Anton mengakui Padi Supertoy HL-2 memang belum menjadi varietas padi. Oleh karena itu, masih dalam tahap ujicoba. "Itulah mengapa Presiden (saat panen perdana April lalu) wanti-wanti agar Departemen Pertanian mengkaji lebih lanjut," katanya.
Sekedar catatan, total luas lahan yang digunakan untuk ujicoba penanaman Padi Supertoy Hl-2 di Desa Grabag, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo mencapai 103 hektare. Pada singgangan kedua, 6,79 hektare di antaranya sudah diganti varietas padi IR-64. Sebanyak 10 hektare di antaranya dalam kondisi puso karena tanaman sudah mengering.
Salah seorang petani, Saeroji (55) mengungkapkan, biaya yang sudah dikeluarkan untuk perawatan singgangan kedua mencapai Rp515.000 setiap satu iringnya. Biaya itu untuk pemupukan, pembersihan rumput, dan lain-lain. (Abdul Malik Mubarok/Sindo/ful)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar